Sabtu, 26 November 2011

Computer Vision

Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis.

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System).Perbedaannya adalah computer vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Namun komputer grafika lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.

Computer Vision adalah kombinasi antara :
*Pengolahan Citra (Image Processing), bidang ini berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.
*Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.

Proses dalam Computer Vision
Sebuah komputer yang menyerupai kemampuan manusia dalam menangkap sinyal visual (human sight) dilakukan dalam empat tahapan proses dasar :
* Proses penangkapan citra/gambar (image acquisition),
* Proses pengolahan citra (image processing),
* Analisadata citra (image analysis) dan
* Proses pemahamandata citra (image understanding).

Penjelasan untuk masing-masing proses yaitu, sebagai berikut :

1.    Image Acqusition

·        Image Acqusition pada manusia dimulai dengan mata, kemudian informasi visual diterjemahkan ke dalam suatu format yang kemudian dapat dimanipulasi oleh otak. Senada dengan proses di atas, computer vision membutuhkan sebuah mata untuk menangkap sebuah sinyal visual. Umumnya mata pada computer vision adalah sebuah kamera video. amera menerjemahkan sebuah scene atau image. Kemudian sinyal listrik ini diubah menjadi bilangan biner yang akan digunakan oleh komputer untuk pemrosesan.
·        Keluaran dari kamera adalah berupa sinyal analog, dimana frekuensi dan amplitudonya (frekuensi berhubungan dengan jumlah sinyal dalam satu detik, sedangkan amplitude berkaitan dengan tingginya sinyal listrik yang dihasilkan) merepresentasikan detail ketajaman (brightness) pada scene.
·         Kamera mengamati sebuah kejadian pada satu jalur dalam satu waktu, memindainya dan membaginya menjadi ratusangaris horizontal yang sama. Tiap‐tiap garis membuat sebuah sinyal analog yang amplitudonya menjelaskan perubahan brightness sepanjang garis sinyal tersebut.
·         Karena komputer tidak bekerja dengan sinyal analog, maka sebuah analog‐to‐digital converter (ADC), dibutuhkan untuk memproses semua sinyal tersebut oleh komputer. ADC ini akan mengubah sinyal analog yang direpresentasikan dalam bentuk informasi sinyal tunggal ke dalam sebuah aliran (stream) sejumlah bilangan biner. Bilangan biner ini kemudian disimpan di dalam memori dan akan menjadi data raw yang akan diproses.

2.    Image Processing

·         Image processing membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan di olah lebihjauh secara lebih efisien. Image processing akan meningkatkan perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio = s/n).
·         Sinyal‐sinyal tersebut adalah informasi yang akanmerepresentasikan objek yang ada dalam image. Sedangkan noise adalah segala bentuk interferensiyang terjadi pada sebuah objek.

3.    Image Analysis

·         Image analysis akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui suatu proses investigasi. Sebuah program komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan informasi visual untuk mengidentifikasi fitur‐fitur spesifik dan karekteristiknya.
·         Lebih khusus lagi program image analysis digunakanuntuk mencari tepi dan batas‐batasan objek dalamimage.
·         Sebuah tepian (edge) terbentuk antara objek dan latarbelakangnya atau antara dua objek yang spesifik.Tepi ini akan terdeteksi sebagai akibat dari perbedaan
level brightness pada sisi yang berbeda dengan salahsatu batasnya.

4.    Image Understanding

·         Pada bagian ini akan melibatkan kajian tentang teknikteknik artificial intelligent. Understanding berkaitan dengn template matching yang ada dalam sebuah scene.
·         Metoda ini menggunakan program pencarian (search program)dan teknik penyesuaian pola (pattern matching techniques).

Penerapan computer vision terdapat dalam beberapa bidang yaitu  :
1.      Bidang Pertahanan dan Keamanan (Militer).
2.      Bidang Didalam kendaraan Otonom.
3.      Bidang Industri.
4.      Bidang pengolahan citra medis.
5.      Bidang Neurobiologi.
6.      Bidang Industri Perfilman
7.      Bidang Kecerdasan Buatan.
8.      Bidang Pemrosesan Sinyal.
9.      Bidang Fisika.
10.     Bidang matematika murni.

Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
2. Optical Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic – navigation and control

sumber :


Rabu, 09 November 2011

Perbedaan Perancangan Terstruktur dan Perancangan Objek

Ada 2 metode dalam pengembangan sistem, yaitu :
1. Metode terstruktur 
2. Metode berorientasi objek

Dibawah ini akan dijelaskan tentang kedua metode tersebut.

Perancangan Terstruktur 

Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat
memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu,  tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat. Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal  untuk memecahkan masalah-masalah dalam  aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang  dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian  dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan  yang dapat dipergunakan untuk memecahkan  masalah. Selain itu perancangan terstruktur juga bertujuan untuk   membuat model solusi terhadap problem yang sudah dimodelkan secara lengkap pada tahap analisis terstruktur. 

Ada empat kegiatan perancangan yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Perancangan arsitektural: kita merancang struktur modul P/L dengam mengacu pada model analisis yang sesuai (DFD). Langkahnya adalah: mengidentifikasi jenis aliran (transform flow atau transaction flow), menemukan batas-batas aliran (incoming flow dan outgoing flow), kemudian memetakannya menjadi striktur hirarki modul. Selanjutnya, kita alokasikan fungsi-fungsi yang harus ada pada modul-modul yang tepat.
  2. Perancangan data: kita merancang struktur data yang dibutuhkan, serta merancang skema basisdata dengan mengacu pada model analisis yang sesuai (ERD).
  3. Perancangan antarmuka: kita merancang antarmuka P/L dengan pengguna, antarmuka dengan sistem lain, dan antarmuka antar-modul.
  4. Perancangan prosedural: kita merancang detil dari setiap fungsi pada modul. Notasi yang digunakan bisa berupa flow chart, algoritma, dan lain-lain

Ciri-ciri utama yang mendukung pendekatan terstruktur

* Memanfaatkan alat-alat pemodelan 
Menggunakan model untuk menjelaskan berbagai sistem, sub sistem untuk ditelaah dan dievaluasi oleh pelanggan dan pengembang (sebagai alat komunikasi, eksperimentasi atau prediksi).

„* Merancang berdasar modul
Modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independent

*Bekerja dengan pendekatan top-down 
Dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci)

*Dilakukan secara iterasi
Dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik 

*Kegiatan dilakukan secara paralel
Pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan sistem

„*Menggunakan CASE (Perangkat Lunak Pendukung Proses Pengembangan) 
Dengan CASE (computer aided software engineering)  memungkinkan analis dapat membangun sistem dan menghasilkan executable secara otomatis

Kelebihan

-Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
-SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
-Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
-SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
-SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
-SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
-SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.

Kekurangan

-SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
-Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
-Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
-Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
-Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
-Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
-SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
-SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).

Perancangan Objek

Pendekatan berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Pendekatan berorientasi objek adalah cara memandang persoalan dengan menggunakan model – model yang diorganisasikan seputar konsep objek yang mengkombinasikan struktur data dan perilaku suatu entitas. Pada pendekatan ini, organisasi perangkat lunak adalah sebagai kumpulan objek diskrit yang saling bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi menuju sasaran tertentu

Pendekatan Objek memiliki beberapa karakteristik atau sifat yaitu:

1. Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.

2. Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.

3. Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.

4. Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.

5. Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.

6. Komunikasi Antar Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya.

7. Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.

Kelebihan

-Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
-Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
-Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
-Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
-Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
-Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
-Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
-OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
-Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama.      
-Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.

Kekurangan

-Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
-Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
-Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
-Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
-Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional sistem, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
-OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
-Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).

Perbedaan dari kedua pendekatan sistem tersebut adalah :
  • Terstrukur ==> modul merupakan unit dari kode software yang menjalankan fungsi
  • Objek==>modul merupakan objek yang mengenkapsulasi atribut dan kode program untuk bisa berjalan

sumber : 


Senin, 31 Oktober 2011

Teknologi Wireless LAN (WLAN)

Wireless dalam bahasa Indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data atau suara tanpa menggunakan media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.Sedangkan sejarah wireless itu sendiri pertama kali muncul pada akhir tahun 1970-an. 

Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak applikasi. Setelah evaluasi terhadap teknologi tersebut dilakukan, menjadikan para pengguna merasa puas dan meyakini realiability teknologi ini dan siap untuk digunakan dalam skala luas dan komplek pada jaringan tanpa kabel.

Wireless LAN (WLAN) adalah teknologi LAN yang menggunakan frekuensi dan transmisi radio sebagai media penghantarnya, pada area tertentu, menggantikan fungsi kabel. Pada umumnya WLAN digunakan sebagai titik distribusi di tingkat pengguna akhir, melalui sebuah atau beberapa perangkat yang disebut dengan Access Point (AP), berfungsi mirip hub dalam terminologi jaringan kabel ethernet. Di tingkat backbone, sejumlah AP tersebut tetap dihubungkan dengan media kabel. WLAN dimaksudkan sebagai solusi alternatif media untuk menjangkau pengguna yang tidak terlayani oleh jaringan kabel, serta untuk mendukung pengguna yang sifatnya bergerak atau berpindah-pindah (mobilitas).

Frekuensi yang kini umum dipergunakan untuk aplikasi WLAN adalah 2.4 Ghz dan 5.8 Ghz yang secara internasional dimasukkan ke dalam wilayah licensce exempt (bebas lisensi) dan dipergunakan bersama oleh publik (frequency sharing). Belakangan oleh forum WSIS yang disponsori oleh PBB dan badan dunia seperti ITU, serta industri teknologi, frekuensi ini direkomendasikan sebagai tulang punggung penetrasi Internet di negara berkembang terutama untuk area yang belum terlayani oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Teknologi yang digunakan untuk WLAN mayoritas menggunakan standar IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar ini adalah pada modulasi transmisinya yang menentukan kapasitas layanan yang dihasilkan. Pada standar 802.11b, kapasitas maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps keduanya bekerja di frekuensi 2.4 Ghz. Sementara standar 802.11a bekerja pada frekuensi 5.8 Ghz. Karena lebar pita frekuensi yang lebih luas dan modulasi yang lebih baik, maka perangkat yang berbasis standar ini mampu melewatkan data hingga kapasitas 54 dan 108 Mbps dan menampung jumlah pengguna lebih banyak.

KELEBIHAN Wireless LAN

Wireless local area network (LAN) adalah sistem komunikasi data yang fleksibel yang dapat diimplementasikan sebagai perpanjangan atau pun sebagai alternatif pengganti untuk jaringan kabel LAN. Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless LAN mengirim dan menerima data melalui media udara, dengan meminimalisasi kebutuhan akan sambungan kabel. Dengan begitu, wireless LAN telah dapat mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user.

Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up atau menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional. 

  1. Mobility: Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel
  2. Installation Speed and Simplicity: Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.
  3. Installation Flexibility: Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
  4. Reduced Cost-of-Ownership: Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
  5. Scalability: Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.
Cara Kerja Wireless LAN

Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik. Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.

Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengextract data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak beberapa puluh meter. Access point biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held komputer.

Mode Jaringan Wireless LAN

Jaringan WLAN dapat bekerja dalam dua mode yaitu:


Mode Ad-Hoc

Mode ad-hoc sering disebut sebagai jaringan peer to peer atau disebut juga jaringan point to point. Mode ad-hoc memungkinkan hubungan antar komputer pada jaringan WLAN tanpa melalui suatu access point. Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana jaringan point to point hanya berlangsung antara dua komputer, jaringan point to point pada jaringan WLAN dapat dilakukan oleh tiga komputer secara bersama. Semua komputer dapat berhubungan secara langsung dan menggunakan sumber daya yang ada secara bersama.
Pada jaringan point to point, masing-masing komputer cukup dipasang kartu WLAN dan tidak diperlukan peralatan lain. Pada jaringan ini, hanya dimungkinkan terjadinya hubungan antar komputer dalam kelompokjaringan tersebut dan tidak dapat untuk mengakses jaringan lain kecuali salah satu komputer difungsikan sebagai bridge. Jikajumlah komputer sudah mencapai tiga dan ada komputer lain yang ingin masuk pada jaringan ini, maka biasanya tidak akan berhasil sampai salah satu dari komputer yang ada memutuskan hubungan dengan jaringan. Intinya, pada jaringan point to point WLAN hanya diijinkan untuk hubungan antar tiga komputer.

Mode Infrastuktur

Jaringan WLAN yang bekerja pada mode ad-hoc hanya dibatasi untuk hubungan antar tiga komputer. Untuk menghubungkan banyak komputer, jaringan WLAN harus dijalankan menggunakan mode infrastruktur. Untuk menyusun jaringan WLAN yang bekerja pada mode infrastruktur diperlukan peralatan tambahan berupa wireless access point (WAP) atau disebut secara singkat dengan access point. Access point berlaku seperti hub atau switch pada jaringan kabel, sehingga access point akan menjadi pusat dari jaringan WLAN.
Access point pada jaringan WLAN dapat berupa dedicated access point dan PC access point. Yang dimaksud dedicated access point adalah access point yang dibuat oleh pabrik, sedangkan PC access point adalah komputer yang difungsikan sebagai access point setelah dilengkapi dengan perangkat lunak tertentu. Dedicated access point biasanya sudah dilengkapi dengan banyak fasilitas dan kemampuan untuk melakukan konfigurasi jaringan WLAN yang terhubung pada access point tersebut. Umumnya jaringan WLAN yang disusun sekarang menggunakan dedicated access point karena peralatan ini harganya tidak terlalu mahal.

Channel pada WIFI

1. Non Overlaping Channel Site


2. Channel overlaping di Infrastruktur WiFi 802.11b (2,4 GHz)


Aplikasi Indoor

Aplikasi utama WLAN disebut dengan HotSpot, yaitu sebuah jaringan yang bisa melayani kebutuhan pengguna bergerak. Pengguna dengan perangkat mobile gadget seperti PDA, notebook bisa mengakses Internet di lokasi tertentu yang tersedia jaringan HotSpot WLAN. Semakin meluasnya perkembangan HotSpot telah mendorong terbentuknya bisnis model baru yang memungkinkan setiap provider melakukan kerjasama roaming bahkan hingga ke jaringan internasional, sebagaimana yang terjadi pada bisnis selular dengan memanfaatkan layanan otentikasi pelanggan dan clearing house semacam iPass.

Pengguna bisa mendaftar sebagai pelanggan tetap pada provider HotSpot, sehingga bisa mengakses dari lokasi manapun yang tersedia. Pilihan lain, menjadi pelanggan on demand, biasanya secara pre paid dengan membeli voucher akses Internet via HotSpot pada suatu lokasi dari provider tertentu untuk durasi waktu tertentu. Pelanggan on demand biasanya lebih bebas untuk memilih provider mana yang akan digunakan, karena suatu lokasi bisa saja tersedia beberapa HotSpot dari sejumlah provider yang berbeda.

Aplikasi lain adalah HotSpot di dalam jaringan internal perusahaan. Apabila pengguna di lingkungan perusahaan banyak yang menggunakan perangkat gadget mobile, maka diperlukan HotSpot pada beberapa lokasi strategis untuk melayani kebutuhan tersebut. Kebanyakan perangkat mobile saat ini sudah WiFi compliance, seperti misalnya notebook berbasis procesor Intel Centrino yang sudah built in dengan kemampuan WiFi. Apabila pengguna jenis ini masih tetap menggunakan kabel, maka mobilitasnya akan terhambat.

Aplikasi Outdoor

Di banyak negara berkembang (termasuk Indonesia) yang sangat terbatas ketersediaan infrastruktur telekomunikasinya, teknologi WLAN dengan kreatifitas tertentu banyak dijadikan sebagai alternatif akses last mile. Perangkat WiFi pada umumnya memiliki konektor yang bisa disambungkan dengan antena eksternal yang memiliki gain lebih tinggi. Dengan kombinasi ini, sebuah jaringan WLAN yang semula hanya bisa menjangkau area sampai radius 100 – 200 meter, kini bisa diperluas menjadi 3 – 5 km.

Aplikasi outdoor ini meskipun menimbulkan konsekuensi biaya tambahan seperti untuk pembelian antena eksternal, jasa instalasi dan tiang atau tower penyangga namun secara umum masih sangat terjangkau oleh pelanggan pada umumnya. Untuk aplikasi pada area yang dekat (1 – 2 km) cukup banyak eksperimen serta produk asesoris lokal (seperti antenna) ditawarkan sehingga biaya bisa lebih di tekan sehingga makin menjangkau segmen pengguna yang lebih luas.

Berbagai kemudahan dan struktur biaya yang makin rendah, mampu mendorong tumbuhnya bisnis layanan jasa baru yang disebut dengan Wireless ISP (WISP), serta RT/RW Net. WISP menyelenggarakan layanannya dengan berbasis pada teknologi WLAN, baik itu di sisi backbone maupun distribusi last mile kepada pelanggannya. Pada umumnya diselenggarakan oleh pengusaha lokal dengan skala usaha menengah dengan kualitas layanan menengah. Pelanggan utama WISP biasanya adalah Warung Internet (WARNET) yang memang telah dikenal sebagai ujung tombak penetrasi Internet karena biaya yang relatif rendah.

Sementara RT/RW Net umumnya dikembangkan berdasarkan inisiatif komunitas di suatu lokasi pemukiman dan bersifat swadaya serta non komersial. Prinsipnya adalah berbagi pakai akses Internet secara massal untuk mereduksi biaya. Untuk last mile distribution, RT/RW Net juga mengandalkan teknologi WLAN dengan kombinasi produk eksperimentasi homebrew seperti antena dari kaleng susu dan modifikasi perangkat WiFi dengan port USB yang tergolong low end product.

Teknologi dan desain outdoor yang sama di Indonesia juga banyak dipergunakan untuk aplikasi jaringan internal perusahaan. Misalnya sebagai backbone antar gedung dalam satu area atau distribusi jaringan antar kantor cabang dalam satu kota maupun digunakan sebagai infrastruktur jaringan backup bagi aplikasi yang mission critical.

Dari segi aplikasi private, pengguna WLAN yang cukup menonjol dalam hal jumlah adalah komunitas pendidikan dan Pemerintah Daerah (Pemda). Pemanfaatan teknologi WLAN diyakini mampu mereduksi biaya rutin jaringan lokal close user group yang selama ini dilayani oleh operator telekomunikasi dengan beban charging berdasarkan durasi waktu atau flat bulanan hanya untuk sewa trunk atau pipa (media) akses saja. Dengan WLAN yang bebas lisensi dan biaya abonemen, dana operasional bisa dialihkan untuk meningkatkan kualitas content aplikasi E-Learning maupun E-Goverment.

              http://id.wikipedia.org/wiki/Nirkabel





Senin, 17 Oktober 2011

Layanan-Layanan di Dalam Telematika

Pengertian

Telematika diambil dari bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan dengan :
“Bertemunya jaringan komunikasi dengan telnologi informasi” dari TELEMMATIQUE tersebut kemudian menjadi TELEMATICS dalam bahasa Inggris yang merupakan singkatan dari : “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” dimana hal ini adalah perpaduan dari konsep : Computing and Communication.

Telematika menurut Moedjiono (Deputi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) ) “Telematika” adalah istilah bahasa Indonesia yang kita (stakeholders) create sendiri yaitu merupakan konvergensi dari Tele=”Telekomunikasi”, ma=”Multimedia” dan tika=”Informatika”, atau konvergensi dari “3C”, “content”, “Computing”, and “Communication”.
 
Sementara itu Telematika pada Mata Kuliah Hukum Telematika Universitas Indonesia tertulis sebagai berikut :
 
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Sementara itu definisi asli dari TELEMATIC (WIKIPEDIA) :

“The integrated use of telecommunications and informatics, also known as ICT (Information and Communications Technology). More specifically it is the science of sending, receiving and storing information via telecommunication devices. “

Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Layanan Telematika 

A. Layanan Telematika dibidang Informasi

Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat . Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa,bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau ditempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik,memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

B. Layanan Telamtika dibidang Keamanan

Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
Layanan telematika juga dimanfaatkan pada sector-sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Dengan membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas.

C. Layanan Telematika Context – Aware
 
Context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan daripengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yangsesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakanantara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dankemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akanmenolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting

D. Layanan Telematika dibidang Transportasi

Telematika transportasi adalah cabang teknologi yang mengintegrasikan telekomunikasi dan software engineering di bidang sistem transportasi. Saat ini bidang ini telah memainkan peran penting dalam manajemen efektif jaringan infrastruktur transportasi dan menyediakan kolaborasi optimum antara berbagai jenis tipe transportasi, atau yang dikenal dengan transportasi multimodal (multimodal transport). Sistem transportasi cerdas, mendukung dan menyediakan berbagai jenis layanan transportasi ke institusi dan pribadi. Karena, kategori user di dalam layanan telematika transportasi adalah tidak homogen, maka berbagai jenis layanan harus disiapkan penyelenggara jasa.

Sumber :
 

I ♥ YOGYAKARTA

Pagi ini seharusnya saya ada kegiatan di kampus yaitu menjadi tutor untuk kursus J2ME, udah belajar semaleman suntuk ,materi sudah siap apa boleh dikata sejak tengah malam sampe pagi ini pun saya tidak bisa tidur karena sakit , so.. batal deh tutornya.

Nggak tega sih sama si sohib.. karena dia harus gantiin tugas saya , tapi dari pada mati di kreta gara-gara berdesak desakan (lebay dikit ahh)  dengan kondisi sangat tidak fit saya memilih untuk tetap dirumah dan mengerjakan tugas saja.

Hmm... tidak tahu kenapa alasannya pagi ini saya sangat ingin nge-Blog dengan judul I ♥ YOGYAKARTA, efek insomnia kali ya? hehehe..

Kalau saya bilang ini kepada teman-teman saya pasti pikiran mereka langsung tertuju pada satu orang..hahaha.
Sudah sejak lama saya suka sekali dengan kota YOGYAKARTA
bahkan sebelum saya dekat dengan salah satu penghuni disana. Kalau dihitung hitung baru dua kali saya mengginjakkan kaki disana. Pertama ketika saya selesai SMA tp belum mulai kuliah dan yang ke dua ketika saya liburan dalam suasana lebaran bulan September 2011 . 
Kesan pertama ketika saya menginjakkan kaki disana adalah perasaan damai, entah apa alasannya tetapi itu yang saya rasakan. Padahal ketika itu saya benar benar buta tentang JOGJA yang saya tahu hanya malioboro itu pun hanya lihat di televisi saja.  Ketika itu saya dan teman-teman hanya mengandalkan peta untuk menuju malioboro dan mendapatkan penginapan murah dengan tempat yang nyaman. Alhamdulilah berkat keramahan dan kejujuran penduduk kota tersebut kami pun sampai di tempat tujuan dengan selamat. Kami mendapatkan penginapan dengan harga hanya 60.000 rupiah untuk semalam dengan ruang yang lumayan besar dan kasur yang besar pula. Kami menempati kamar itu ber-4 selain hemat dengan cara seperti itu kami jadi semakin akrab. Kami tidak ingin membuang waktu untuk bersantai santai di dalam hotel. Setelah mandi dan rapi kami pun keluar gang dan menulusuri pasar malioboro. Dengan keadaan isi dompet yang sangat menipis karena sebelumnya saya dari semarang dan tidak planning untuk ikut dengan teman-teman meneruskan perjalanan ke YOGYA saya pun menahan diri untuk sedikit berbelanja saja disana, tetapi tidak disangka disana saya bisa mendapatkan banyak barang oleh-oleh dengan harga murah + bakpia pathuk enak. Selanjutnya pada malam hari kami menyewa delman untuk keliling dengan beberapa rute, yang saya ingat itu pohon beringin kembar dan koperasi dagadu original. Dimalam hari suasana kota pun tetap terasa hangat dan ramai jadi tidak membuat kami takut berkeliaran malam-malam seperti itu hehehe. 

Perjalanan kedua ketika aku libur dalam suasana lebaran tahun 2011 ini. Harga penginapan dan transportasi mulai dari becak sampe delman naik semua harganya, mungkin karena haris besar. Malioboro pun penuh sesak dengan manusia kalau diibaratkan itu seperti lautan manusia.Tapi itu semua tidak melunturkan kecintaan ku pada kota YOGYA. Ketika malam pertama pada saat itu aku menggunakan becak dari penginapan menuju malioboro ada serombongan pengguna sepeda ontel dengan berseragam ala pahlawan perjuangan menyapa ku dan adikku yang sedang duduk di atas becak mereka mengucapkan "ASSALAMUALAIKUM" kami pun menjawab "WAALAIKUMSALAM WAROHMATULLAHIWABAROKATU" dengan semangatnya mereka memberikan salam lagi "MERDEKA!!" kepada kami dan adikkupun tidak mau kalah semangat lalu menjawab "MERDEKA INDONESIA !!" . Setibanya di alun alun kota kami berjalan kaki menuju malioboro , tidak lama kemudian kami bertemu lagi dengan rombongan tadi dan kamipin berfoto dengan salah satu personilnya. 

 
Setelah itu kami menulusuri bagian kiri maliboro , sisi kirinya dipenuhi dengan penjual makanan dari makan ringan sampai makanan lesehan khas YOGYA. Kami berhenti disalah satu tempat makan tersebut dan memesan makanan. Hm.. menu yang disediakan itu seingat saya makanan-makanan JAWA seperti GUDEG,KRECEK,TEMPE TAHU BACEM dan teman-temannya. Makanan yang enak dan murah yang saya temukan itu menambah kecintaan saya terhadap kota itu. 

sebelum makan ;)


Perjalanan perburuan barang di Mailioboropun berlanjut setelah kami selesai menyantap makan malam. 

Setelah saya baca sendiri cerita panjang yang alurnya aneh ini I know why I ♥ YOGYAKARTA
because:
  1. Kedamaian suasana kota yang diciptakan
  2. Keramahan penduduk
  3. Tata kota yang nyaman dipandang oleh mata
  4. Tempat wisata penuh sejarah dan indah 
  5. Segudang makanan enak dan murah yang disediakan di kota ini dan,
  6. MALIOBORO :)


Berharap suatu hari nanti bisa kembali berkunjung ke kota YOGYAKARTA dengan pengalaman yang lebih seru lagi.


Kamis, 15 September 2011

Lebaran di Solo


Suasana shalat ied di lapangan keraton Solo 




masih di keraton nih, saatnya kami foto-foto setelah shalat ied :D



yapp,, foto-foto dlm kratonnya udah dulu , nanti dilanjut ditempat yang lain :)

Senin, 06 Juni 2011

Belajar PLSQL2

KODING PROGRAM

LOGIKA PROGRAM


Apabila kita menggunakan satu atau beberapa variable maka kita harus mendeklarsikannya terlebih dahulu, seperti kasus ini dimana alas di deklarasikan sebagai number , tinggi sebagai number dan luas sebagai number. Untuk mendeklarasikannya perintah yang pertama kali digunakan adalah declare. Setelah kita mendeklarasikannya lalu masuk ke koding utama yang diawali dengan begin, alas diberi nilai 55, tinggi diberi nilai 75 dan luas  diberi nilai dengan melakukan operasi perkalian antara alas dan tinggi lalu dibagi 2. Untuk mencetak pada oracle perintah yang digunakan adalah dbms_ouput.put_line. Untuk memunculkan ouput nilai alas=55 maka ketikkan dbms_ouput.put_line(‘alas=’|| >;. Begitu juga untuk tinggi dan operasi pada luas. Akhiri program dengan end; dan terakhir ketikkan ‘/’ untuk mengeluarkan output.

Belajar PLSQL1

KODING PROGRAM

 LOGIKA PROGRAM


Apabila kita menggunakan satu atau beberapa variable maka kita harus mendeklarsikannya terlebih dahulu, seperti kasus ini dimana x di deklarasikan sebagai integer dan y sebagai number. Untuk mendeklarasikannya perintah yang pertama kali digunakan adalah declare. Setelah kita mendeklarasikannya lalu masuk ke koding utama yang diawali dengan begin, y diberi nilai 30 dan x diberi nilai 25. Untuk mencetak pada oracle perintah yang digunakan adalah dbms_ouput.put_line . untuk memunculkan ouput nilai x=25 maka ketikkan dbms_ouput.put_line(‘nilai x=’|| >;. Begitu juga untuk y dan operasi x+y. Akhiri program dengan end; dan terakhir ketikkan ‘/’ untuk mengeluarkan output.

Belajar Join1 pada Oracle

KODING PROGRAMNYA








LOGIKA PROGRAM

1. CREATE TABLE PERPUSTAKAAN (kd_buku varchar(8) primary key, nm_buku varchar(25), jenis_buku varchar(25), rak_buku varchar(2),tanggal_masuk date);
Berarti membuat table baru dengan nama perpustakaan dengan kd_buku,nm_buku, jenis_buku,rak_buku dan tanggal_masuk sebagai  field2nya dimana  setiap field kita tentukan sendiri tipe datanya.

2. Setelah membuat table maka isikan dengan menggunakan syntax insert, untuk tanggal masuk, maka isikan dengan to_date(‘21042009’,’ddmmyyy’).

3. Untuk menampilkan nm_buku dan tanggal_masuk dengan syarat tanggal masuk antara tanggal 10 april sampai 13 juni maka menggunakan between , lihat gambar dibawah ini untuk syntax lebih lengkapnya.


4. Selanjutnya adalah mengubah nama buku dengan kode AS1267 menjadi matematika dengan syntax dan hasil seperti gambar dibawah ini .


5. Menambah 1 record baru sehingga jumlah record menjadi 11,, lihat gambar dibawah ini untuk syntax dan hasil dari penambahan record .

6. Untuk menampilkan nm_buku dengan syarat yang hanya mengandung huruf i,, maka syntax yang digunakan adalah select nm_buku from perpustakaan where nm_buku like ‘%i%’,sehingga outputnya adalah seperti gambar dibawah ini

7. Perintah selanjutnya adalah menghapus salah satu record , misalnya akan menghapus record dengan kd_buku = BN1896 maka julah record akan berkurang menjadi 10.


8. Untuk menampilkan nm_buku dan jenis_buku dengan syarat rak_buku=R2 maka syntax yang digunakan adalah seperti gambar dibawah ini. Syntax ini berartiseluruh nama buku dan jenis buku yang terdapat di rak r2 akan ditampilkan sebagai output.


9. Untuk menampilkan tanggal_masuk secara berurutan maka kita harus menggunakan date sebagai tipe data pada awal pembuatan table. Untuk syntaxnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.



10. Untuk membuat view pada table perpustakaan maka kita tentukan terlebih dahulu apa nama table baru yang nanti akan di view. Misalnya dalam kasus ini adalah Pustaka. Untuk syntaxnya adalah seperti gambar dibawah ini.


11. Untuk menjoinkan 2 table maka dibutuhkan 1 table baru dengan 1 penghubung misalnya kd_buku sebagai penghubung 1 table ini. Nama table baru yang akan digunakan adalah table mahasiswa dengan nama,npm,kelas dan kd_buku sebagai field-fieldnya. Setelah melakukan create , select nama,npm,kelas,nm_buku from mahasiswa,perpustakaansetelah itu lakukan view dan terakhir adalah select untuk kedua table dengan menggunakan nama table view dari table yang telah dijoikan sebelumnya.



Jumat, 27 Mei 2011

Contoh Proposal

 COVER



PROPOSAL KEGIATAN
PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN
RI KE – 63




WARGA RT 01/RW 10
KELURAHAN CURUG 


ISI PROPOSAL 

I. PENDAHULUAN 

    I.1 LATAR BELAKANG

    Tema HUT RI ke-66: "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembanguna
    Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi
    Tantangan Global".

    I.2 MAKSUD DAN TUJUAN 

         I.2.1 Maksud 

       Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME dan
       kegembiraan dalam menyambut Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 pada
       tanggal 17 Agustus 2011.

        I.2.2 Tujuan Kegiatan 

      Adapun tujuan diadakannya acara ini.
     a . Mempererat tali silaturahmi antar sesama warga RT01/RW10 Kelurahan Curug 
          Kecamatan Bogor Barat – Bogor.
     b . Meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi diantara anak-anak. 
     c . Memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba diantara anak-anak. 
     d . Memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi
          tantangan global.

    I.3 DASAR KEGIATAN 

     Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan. 
   1.Pancasila sila ke-3, “Persatuan Indonesia”. 
   2.Petunjuk dan arahan bapak Ketua RW 10 tentang pelaksanaan kegiatan dalam rangka peringatan HUT
      RI  ke 63 di tingkat RT di lingkungan RW 10 Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat – Bogor.

II. ISI PROPOSAL 
  
     II.1  TEMA KEGIATAN 
           
         Kegiatan yang mengedepankan kebersamaan warga antar generasi serta kegiatan anak-anak yang
         bersifat mengembangkan daya kreatifitas,ketrampilan, ketangkasan dan sportifitas.

     II.2 MACAM KEGIATAN 

          1.Acara syukuran HUT RI ke 66 ,17 Agustus 2011
             a.Syukuran & Doa 
             b.Santap Malam Bersama & Ramah Tamah Detil pelaksanaan akan ditetapkan kemudian

          2.Perlombaan balita dan anak-anak 
             a.Tingkat Balita (usia 0 – 5 tahun) 3 lomba .
             b.Tingkat SD (usia 6 – 12 tahun) 5 lomba Jenis perlombaan akan ditetapkan kemudian.

      II.3 PESERTA

        Seluruh warga RT01/RW10 Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat – Bogor.

      II.4WAKTU dan TEMPAT PELAKSANAAN 

       a. Perlombaan balita dan anak-anak

            Hari, tanggal : Minggu, 17 Agustus 2008 
            Waktu          : Pukul 07.30 WIB s.d. selesai 
            Tempat         : Lapangan Volley RT01/RW10 Kelurahan Curug.

        b.Acara syukuran HUT RI ke 66 – 17 Agustus 2011

           Hari, tanggal : Minggu, 22 Agustus 2011 
           Waktu          : Pukul 19.30 WIB s.d. selesai 
           Tempat        : Lapangan Volley RT01/RW10 Kelurahan Curug.




     II.5 SUSUNAN KEPANITIAAN 

         Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa 

         Penasehat : Bapak Ketua RW 10
         Penanggung Jawab : Bapak Ketua RT 01/RW 10 
  
        Panitia Pelaksana 

         Ketua Pelaksana: Shinta Ambarwaty
         Sekretaris : Astri Gita 
         Bendahara : Evi 

         Seksi-seksi 

         1.Seksi Acara Malam Syukuran
            Koordinator : Iwan 
            Anggota : Endah Bambang, Iis,Novi, Fauzi, Ari ,Sindhu, Abdul Rahman, Didi.

         2.Seksi Perlombaan Anak-Anak 
            Koordinator : Sigit 
            Anggota : Tuti, Kris, Susi, Evi, Linda, Agus, Didi, Tuing, Daus. 

         3.Seksi Umum & Dokumentasi 
            Koordinator : Didik Suryadi 
            Anggota : Sindhu, Daus.

      II.7JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN 

            Jadwal rinci pelaksanaan kegiatan akan ditetapkan dan diumumkan kemudian.


III. ESTIMASI BIAYA 

     III.1 PENGELUARAN 

        1. Seksi Kesekretariatan 
            - Pembuatan Proposal                    Rp. 25.000 
            - Foto kopi                                    Rp. 25.000 
                                                                        Jumlah  Rp. 50.000 

        2.Seksi Acara Malam Syukuran 
        - Konsumsi                                        Rp. 800.000 
        - Hiburan Organ Tunggal                    Rp. 1.000.000 
                                                                   Jumlah  Rp. 1.800.000 

     3.Seksi Perlombaan Anak-Anak 
        - Alat dan bahan perlombaan              Rp. 100.000 
        - Hadiah-hadiah                                  Rp. 800.000 
        - Snack untuk 60 anak @Rp. 10.000  Rp.600.000 
                                                                   Jumlah Rp. 1.500.000 

     4.Seksi Umum & Dokumentasi 
         - Cuci cetak foto                                Rp. 50.000 
         - Transport                                         Rp. 100.000 
                                                                      Jumlah Rp. 150.000 
                                                                      Total Rp. 3.500.000 

     Terbilang: (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

     III.2 SUMBER DANA 

          Kegiatan ini memperoleh dana dari 

           - Bantuan kas RT                                                 Rp.     500.000
           - Arisan ibu-ibu                                                    Rp.     250.000
          - Donasi para donatur RT01/RW10 yang budiman Rp. 1.750.000
          - Partisipasi warga minimal Rp. 25.000/rumah        Rp. 1.000.000 
                                                                               Total Rp. 3.500.000 

      Terbilang: (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

IV. PENUTUP 

Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

LEMBAR PENGESAHAN 


Ketua Pelaksana                                                                                                   Sekretaris







Shinta Ambarwaty                                                                                                     Astri Gita  



Menyetujui KETUA RT01 RW10 Kel. Curug
Bogor


contoh proposal ini dikutip dari 
pada proposal ini saya melakukan sedikit perubahan dari aslinya .