Senin, 30 Januari 2012

ANALISIS DAN EVALUASI SISTEM APLIKASI 3 MESIN ATM

ATM (Automated Teller Machine, di Indonesia merupakan singkatan dari Anjungan Tunai Mandiri) yang merupakan self service terminal yang dibuat khusus untuk melayani nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. ATM harus dapat melayani nasabah sepertinya layaknya seorang teller, walaupun hanya dibatasi untuk transaksi-transaksi tertentu saja. Transaksi yang dapat dilayani oleh ATM dapat berupa penarikan tunai, informasi saldo, transaksi antar rekening (transfer) dan pembayaran, seperti rekening telepon dan listrik.

ANALISIS

Kelompok kami akan melakukan analisis dari aplikasi 3 sistem ATM yaitu BCA, BNI, dan DKI berdasarkan faktor usability dimana di dalam faktor tersebut terdapat tiga buah kriteria penilaian yaitu communicativeness, operability, dan training.  Usability merupakan usaha (effort) yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan,menyiapkan input dan mengintepretasikan output program.
Communicativeness terkait dengan tingkat komunikasi sistem dengan user, Operability berhubungan dengan tingkat kemudahan pengoperasian aplikasi, dan training digunakan untuk mengukur derajat sistem atau aplikasi dapat membantu pengguna yang baru dalam mengaplikasikan sistem. Berikut ini adalah hasil analisis kami untuk setiap mesin ATM.

1.   ATM BCA

ATM BCA yang dipergunakan untuk mendapatkan data - data analisis adalah ATM BCA yang terdapat di Golden Stick Cafe Kelapa Dua Depok.
a.    Communicativeness
Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10. ATM BCA ini cukup komunikatif dengan pelanggannya. Mesin ini memberikan pertanyaan yang harus dijawab si pengguna dengan menekan tombol yang diberikan teks oleh mesin. Dengan kata lain, si pengguna merasa seolah-olah berhadapan dengan benda hidup. Misalnya dengan adanya pertanyaan “Perlu Transaksi Lain?”, “PerluTambahan Waktu?”.
b.    Operability
Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 9. ATM BCA ini sudah menyediakan menu - menu yang kegunaannya sudah dapat diketahui dan dimengerti oleh pengguna. Layanan yang disediakan tidak ada yang memiliki fungsi ambigu atau membingungkan pengguna. Hal tersebut membuat pengoperasian transaksi yang dibutuhkan oleh pengguna dapat dilakukan dengan mudah walaupun hanya dengan membaca teks atau petunjuk yang ada di layar.
c.    Training
Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10. Setiap pengguna dapat mempergunakan ATM BCA, sekalipun pengguna itu belum pernah menggunakan ATM. Mesin ini sudah memberikan informasi bagaimana cara memasukkan kartu ATM ke mesin. Instruksi – instruksi yang disediakan pada layar menggunakan bahasa atau petunjuk yang mudah dipahami oleh pengguna.

2.  ATM BNI

ATM BNI yang dipergunakan untuk mendapatkan data - data analisis adalah ATM BNI yang terdapat di Kampus G Universitas Gunadarma Kelapa Dua Depok.
a.    Communicativeness
Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10. ATM BNI ini merupakan suatu mesin yang komunikatif dengan pelanggannya. Mesin ini memberikan pertanyaan yang harus dijawab si pengguna dengan menekan tombol yang diberikan teks oleh mesin. Dengankata lain, pengguna merasa seolah - olah berhadapan dengan benda hidup.
Pertanyaan yang diajukan, misalnya: “Perlu Transaksi Lain?”, “PerluTambahan Waktu?”.
b.    Operability
Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 9. Aplikasi pada ATM BNI ini sudah menyediakan menu - menu yang kegunaannya dapat diketahui dan dimengerti oleh pengguna. Tidak ada menu layanan yang disediakan memiliki fungsi yang ambigu atau membingungkan pengguna. Hal tersebut membuat pengoperasian transaksi yang dibutuhkan olehpengguna dapat dilakukan dengan mudah, walaupun hanya dengan membaca teks atau petunjuk yang ada di layar.
c.    Training
Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 8. Setiap pengguna dapat mempergunakan ATM BNI, sekalipun pengguna itu belum pernah menggunakan ATM. Mesin ini sudah memberikan informasi bagaimana cara memasukkan kartu ATM ke mesin. Instruksi - instruksiyang disediakan pada layar dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna.

3.  ATM DKI

ATM DKI yang dipergunakan untuk mendapatkan data - data analisis adalah ATM DKI yang terdapat di Kampus G Universitas Gunadarma Kelapa Dua Depok.
a.    Communicativeness
Nilai yang diberikan kepada ATM DKI ini adalah 10 karena sistem aplikasinya komunikatif dengan pelanggannya. Mesin ini membantu pengguna dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan dijawab pengguna dengan menekan tombol yang diberikan petunjuk teks oleh mesin.
b.    Operability
Nilai yang diberikan kepada ATM DKI ini adalah 8. ATM DKI ini sudah menyediakan menu - menu yang kegunaannya sudah dapat diketahui dan cukup dimengerti oleh si pengguna. Hal tersebut membuat pengoperasian transaksi yang dibutuhkan oleh pengguna dapat dilakukan dengan mudah. 
c.    Training
Nilai yang diberikan kepada ATM DKI ini adalah 8. Userdapat mempergunakan ATM DKI, sekalipun pengguna itu belum pernah menggunakan ATM. Mesin ini sudah memberikan informasi bagaimana cara memasukkan kartu ATM ke mesin. Instruksi - instruksi yang tersedia dapat dengan mudah dipahami oleh user.

EVALUASI

Setelah menganalisis ketiga ATM Bank di atas, kami melakukan evaluasi terhadap hasil analisis kami dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :


Tabel Perhitungan Tiap Kriteria pada Faktor Usability
Faktor usablity
ATM BCA
Interval (0-10)
ATM BNI
Interval (0-10)
ATM DKI
Interval (0-10)
Bobot
Interval (0-1)
Total nilai
Communicativeness
10
10
10
0,6
6
Operability
9
9
8
1
10
Training
10
8
8
0,8
8




Total
24

 Keterangan range : 1 - 5 : Tidak Bagus
6 - 7 : Cukup Bagus
8 - 10 : Bagus

Dari tabel di atas, kami kemudian menghitung nilai total faktor usability untuk setiap bank.
  1. Factor Usability ATM BCA
= (10 * 0,6) + (9 * 1) + (10 * 0,8) = 6 + 9 + 8 = 23
  1. Factor Usability ATM BNI
= (10 * 0,6) + (9 * 1) + (8 * 0,8) = 6 + 9 + 6,4 = 21,4
  1. Factor Usability ATM DKI
= (10 * 0,6) + (8 * 1) + (8 * 0,8) = 6 + 8 +6,4 = 20,4

Tabel Nilai Total Faktor Usability Ketiga ATM
ATM
Nilai Total
BCA
23
BNI
21,4
DKI
20,4

Pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa ketiga ATM telah memenuhi faktor usability dengan baik. ATM yang memiliki nilai Usability yang paling baik bagi pengguna adalah ATM BCA sedangkan ATM yang memiliki nilai Usability yang kurang baik adalah ATM DKI.

Perbedaan RPC dan RMI

RPC

Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metoda yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah komputer (server) harus menyediakan layanan remote prosedur. Pendekatan yang dilakukan adalah, sebuah server membuka socket, menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me-request kepada sebuah matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker akan memberikan port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client. 

RPC masih menggunakan cara primitive dalam pemrograman, yaitu menggunakan paradigma procedural programming. Hal itu membuat kita sulit ketika menyediakan banyak remote procedure. RPC menggunakan soket untuk berkomunikasi dengan proses lainnya. Pada sistem seperti SUN, RPC secara default sudah terinstall kedalam sistemnya, biasanya RPC ini digunakan untuk administrasi sistem. Sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan mengelola sistemnya dari mana saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan.

Umumnya protokol RPC yang digunakan pada saat ini adalah DCOM (Distributed Component Object Model). Saat ini ada alternatif protokol baru, yakni SOAP (Simple Object Access Protocol), yang berdasarkan pada teknologi XML.

Implementasi RPC

Sun Microsystems Open Network Computing (ONC) : RPC specification, XDR (eXternal Data Representation) standard, UDP atau TCP transport protocol. Xerox Courier : RPC model, Data representation standard, XNS (Xerox Network Systems) SPP (Sequenced Packet Protocol) sbg transport protocol, Apollo s Network Computing Architecture (NCA), RPC protocol, NDR (Network Data Representation).

Kelebihan RPC 

Relatif mudah digunakan :
Pemanggilan remote procedure tidak jauh berbeda dibandingkan pemanggilan local procedure. Sehingga pemrogram dapat berkonsentrasi pada software logic, tidak perlu memikirkan low level details seperti soket, marshalling & unmarshalling.

Robust (Sempurna):
Sejak th 1980-an RPC telah banyak digunakan dlm pengembangan mission-critical application yg memerlukan scalability, fault tolerance, & reliability.


Kekurangan RPC

Tidak fleksibel terhadap perubahan :
- Static relationship between client & server at run-time.
- Berdasarkan prosedural/structured programming yang sudah ketinggalan jaman dibandingkan OOP.

Kurangnya location transparency :
- Misalnya premrogram hanya boleh melakukan pass by value, bukan pass by reference.
- Komunikasi hanya antara 1 klien & 1 server (one-to-one at a time).
- Komunikasi antara 1 klien & beberapa server memerlukan beberapa koneksi yg terpisah.

Cara Kerja RPC

Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien. Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan mengenai prosedur tertentu.

Contoh aplikasi untuk meremote pada teknik RPC (Remote Procedure Call) adalah menggunakan putty untuk melakukan SSH.

Kegunaan utama SSH adalah untuk memasuki sistem komputer di tempat lain yang terhubung melalui jaringan dengan cara yang aman. Tapi saat ini SSH dapat diturunkan untuk berbagai hal yang amat dibutuhkan dalam komputasi jaringan atau lebih besar lagi: internet.

Sedangkan putty adalah software remote console/ terminal yang digunakan untuk meremote komp dengan terhubungnya menggunakan port ssh atau sebagainya, Pada bahasan disini diterang cara unutk meremote komp sistem operasi linux dengan menggunakan komp sisem operasi windows tentunya putty disini diinstall diwindows jadi digunakan putty versi windows.

RMI

Remote Method Invocation (RMI) adalah sebuah teknik pemanggilan method remote yang lebih secara umum lebih baik daripada RPC. RMI menggunakan paradigma pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming). RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method. Dengan dibolehkannya program Java memanggil method pada remote obyek, RMI membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi Java yang terdistribusi pada jaringan.

Aplikasi RMI seringkali terdiri dari dua program terpisah yaitu server dan client. Aplikasi server semacam ini biasanya membuat beberapa objek remote, menyediakan referensi terhadap objek-objek tersebut sehingga dapat diakses, serta menunggu client menginvoke/memanggil method dari objek-objek remote tersebut. Aplikasi client mendapatkan referensi remote ke satu atau lebih objek remote di server dan menjalankan method dari objek tersebut. RMI menyediakan mekanisme dimana server dan client berkomunikasi dan memberikan informasi secara timbal balik. Aplikasi semacam ini seringkali disebut aplikasi objek terdistribusi.


Kelebihan RMI

RMI mempunyai beberapa kelebihan yaitu kecepatan dan performa,

Kelemahan RMI

RMI mempunyai kekurangan dalam interopability (kemampuan dalam melakukan operasi antar platform), kekurangan ini bisa dijelaskan karena RMI tidak memakai suatu standar yang resmi dalam protokol maupun skema data yang dipakai. Sehingga dalam penerapannya RMI yang dibuat dalam bahasa java hanya bisa dipanggil oleh aplikasi java. Demikian juga dengan RMI yang dibuat dengan .Net (remoting) hanya bisa dipanggil dari aplikasi .Net.

Cara Kerja RMI :

Dalam model ini, sebuah proses memanggil method dari objek yang terletak pada suatu host/computer remote. Dalam paradigma ini, penyedia layanan mendaftarkan dirinya dengan server direktori pada jaringan. Proses yang menginginkan suatu layanan mengontak server direktori saat runtime, jika layanan tersedia, maka referensi ke layanan akan diberikan. Dengan menggunakan referensi ini, proses dapat berinteraksi dengan layanan tsb. Paradigma ini ekstensi penting dari paradigma RPC. Perbedaannya adalah objek yang memberikan layanan didaftarkan (diregister) ke suatu layanan direktori global, sehingga memungkinkan untuk ditemukan dan diakses oleh aplikasi Yang meminta layanan tersebut

Contoh aplikasi untuk meremote pada teknik RMI (Remote Method Invocation) menggunakan teamviewer untuk meremote computer lain.Teamviewer adalah suatu program yang cukup sederhana dan sangat mudah digunakan untuk beberapa keperluan terutama melakukan akses PC secara remote melalui internet.

Sebagai contoh :

Pada paket Whiteboard, RMI digunakan untuk program-program Chat, Whiteboard dan Projector. Dalam program Chat, RMI digunakan untuk memasukkan input dari para pengguna, baik dosen maupun mahasiswa, ke komputer server. Setelah itu, server akan mengeluarkan output berupa hasil percakapan antar pengguna kepada semua komputer klien. Pada Whiteboard, penggunaan RMI terletak pada pengiriman graphics dan image antara komputer server dan klien. Sedangkan pada Projector, RMI digunakan agar dosen, sebagai klien, bisa mengatur indeks tampilan pada Projector yang berlangsung pada komputer mahasiswa, yang berfungsi sebagai klien lainnya.


PERBEDAAN RPC DAN RMI

Perbedaan penting antara RMI dan RPC. RMI yang umumnya mendukung referensi sistem objek selebar expalained atas. Juga, tidak perluhanya memiliki tujuan umum sisi klien dan server-side stub tersedia.Sebaliknya, kita dapat lebih mudah mengakomodasi objek spesifik bertopik karena kami juga menjelaskan cara biasa untuk memberikan dukungan. RMI adalah untuk menentukan interface objek dalam bahasa definisi antarmuka,mirip dengan pendekatan yang diikuti dengan RPC. Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan bahasa berbasis obyek seperti java, yang akan menangani generasi rintisan otomatis. Pendekatanmenggunakan definisi antarmuka standar umumnya disebut sebagai RPC. RPC mengharuskan antarmuka dari sebuah objek diketahui ketika aplikasi kliensedang dikembangkan. Hal ini juga menyiratkan bahwa perubahan interface,maka aplikasi klien harus recomplied sebelum dapat menggunakan interface baru.


SUMBER :




Who is Me ...

hi !!!
my full name is SHINTA AMBARWATY
my nick name is SHINTA but somehow somebody call me AMBAR
my birth day : May 10 1990
sex --->  female

now i'm studying at Gunadarma University

thank you  blogwalker for see my profile and my blog :)

Senin, 02 Januari 2012

KEAMANAN DATABASE PADA PERUSAHAAN

Studi Kasus : PENGAMANAN DATABASE SERVER SISTEM INFORMASI KENDARAAN BEMOTOR DI UNIT KEPOLISIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB SERVICES (SAMSAT KOTA PALEMBANG)


1.PENDAHULUAN

Dalam dunia komunikasi data global dan perkembangan teknologi informasi yang senantiasa berubah serta cepatnya perkembangan software, keamanan merupakan suatu isu yang sangat penting, baik itu keamanan fisik, keamanan data maupun keamanan aplikasi.
Perlu kita sadari bahwa untuk mencapai suatu keamanan itu adalah suatu hal yang sangat mustahil, seperti yang ada dalam dunia nyata sekarang ini. Tidak ada satu daerah pun yang betul-betul aman kondisinya, walau penjaga keamanan telah ditempatkan di daerah tersebut, begitu juga dengan keamanan database. Namun yang bisa kita lakukan adalah untuk mengurangi gangguan keamanan tersebut.
Sampai saat ini keamanan database sering menjadi pembicaraan, karena sering terjadinya pembobolan pada database. Melalui makalah ini kami akan mencoba membahas mengenai bagaimana suatu database dilindungi dan beberapa hal yang terkait dengan keamanan database.

Pengertian Database

Database didefinisikan sebagai suatu kumpulan data yang saling terhubung dan  terbagi(shared) yang bertujuan untuk memelihara informasi yang dibutuhkan oleh suatu  organisasi atau pun perusahaan.
Sedangkan system database (sistem basis data) dapat didefinisikan sebagai komputerisasi sistem penyimpanan data yang tujuannya untuk memelihara informasi serta agar informasi tersedia pada saat dibutuhkan.
 
Keuntungan system database

•Mengurangi redundancy.
Data yang sama pada beberapa aplikasi cukup disimpan sekali saja.

•Integrity.
Data tersimpan secara akurat.

•Menghindari inkonsisten.
Karena redundancy berkurang, maka update data jadi lebih efisien.

•Penggunaan data bersama.
Data yang sama dapat diakses oleh beberapa user pada saat bersamaan.

•Standarisasi.
Menyangkut keseragaman penyajian data.

•Menyeimbangkan kebutuhan.
Dapat ditentukan prioritas suatu operasi, misal antaraupdate dengan retrieval.

Data adalah sumber daya yang berharga sehingga harus dikontrol dan diatur, sebagaimana sumber daya perusahaan/organusasi yang lainnya. Sebagaian atau seluruh data perusahaan/organisasi biasanya mempunyai nilai strategi bagi perusahaan/organisasi tersebut, oleh karena itu data harus tetap aman dan rahasia.

Pengertian Keamanan Database

Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan.
Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki system database.
Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data.
Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system database.

2. PEMBAHASAN

Keamanan database database dapat di sebabkan oleh hal sebagai berikut : 
 
Tingkatan Pada Keamanan Database :

·         Fisikal à lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
·         Manusia à wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
·         Sistem Operasi à Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
·         Sistem Database à Pengaturan hak pemakai yang  baik. 

Secara garis besar keamanan database dikategorikan sbb: 

·         KeamananServer
·         Trusted IPAccess
·         Koneksi Database
·         Kontrol Akses Table

Penjelasan

  • Keamanan Server
Perlindungan Server adalah suatu proses pembatasan akses yang sebenarnya pada database dalam server itu sendiri. Menurut Blake Wiedman ini adalah suatu sisi keamanan yang sangat penting dan harus direncanakan secara hati-hati.
Ide dasarnya adalah kita tidak dapat mengakses apa yang kita tidak dapat lihat, atau apakah kita ingin database server kita dapat dilihat diseluruh dunia? Database kita bukanlah suatu web server,koneksi yang tidak dikenali tidak diijinkan.

·         Trusted Ip Access

Setiap server harus dapat mengkonfigurasikan alamat ip yang diperbolehkan mengakses dirinya. Kita tidak mengijinkan semua orang dapat mengakses server kita sebagaimana kita tidak mengijinkan orang lain memasuki rumah kita tanpa ijin. Jika server melayani suatu web server maka hanya alamat web server itu saja yang dapat mengakses server database tersebut.Jika server database melayani jaringan internal maka hanya alamat jaringanlah yang boleh menghubungi server.
Sangat perlu diperhatikan bahwa jangan pernah menggabungkan server database web dengan server database informasi internal perusahaan anda, ini adalah suatu mental yang buruk untuk seorang admin.

·         Koneksi Database

Saat ini semakin banyaknya aplikasi dinamis menjadi sangat menggoda untuk melakukan akses yang cepat bahkan update yang langsung tanpa authentifikasi. Jangan pernah berpikir demikian, ini hanya untuk seorang pemalas.Jika kita ingin mengijinkan pemakai dapat mengubah database melalui web page, pastikan anda memvalidasi semua masukan untuk memastikan bahwa inputan benar, terjamin dan aman.Sebagai contoh, pastikan anda menghilangkan semua code SQL agar tidak dapat dimasukan oleh user.Jika anda seorang admin yang membutuhkan koneksi ODBC,pastikan koneksi yang digunakan unik.

·          Kontrol Akses Tabel

Kontrol akses table ini adalah salah satu bentuk keamanan database yang sering diabaikan,karena cukup sulit penerapannya. Penggunaan control akses table yang benar dibutuhkan kolaborasi antara system administrator dengan pengembang database. Hal inilah yang sulit dilakukan. Pemberian ijin user untuk mengakses informasi dapat membuat informasi terbuka kepada public. Jika seorang user mengakses informasi apakah akan dilihat menggunakan session yang sama? Atau jika table digunakan sebagai referensi system mengapa ia diberikan ijin selain hak membaca saja.

Kelemahan keamanan database dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok: 

Vendor bugs/ kelemahan dari pembuat.
Poor architecture/ rancangan yang jelek.
Misconfigurations/ salah konfigurasi.
Incorrect usage/ Penggunaan yang tidak pada tempatnya.

Penjelasan 

·         Vendor bugs/ kelemahan dari pembuat 

Kelemahan dari pembuat diantaranya adalah buffer overflows dan kesalahan program yang lain yang dihasilkan dari eksekusi perintah olehusers. Downloading dan menginstal patches biasanya digunakan untuk memperbaiki kelemahan dari pembuat.Untuk meyakinkan bahwa kita tidak memiliki kelemahan karena masalah ini maka kita harus terus melihat perkembangan jika ada patches terbaru, secepatnya diinstal setelah diluncurkannya patche terbaru tersebut. 

·         Rancangan yang jelek 

Perancangan yang jelek ini disebabkan karena kurangnya perencanaan yang tepat terhadap bagaimana aplikasi bekerja. Kelemahan yang seperti ini ialah kelemahan yang paling sulit diperbaiki, karena untuk memperbaikinya dibutuhkan kerja ulang secara keseluruhan oleh pembuat. Sebagai contoh rancangan yang jelek adalah pemanfaatan bentuk enkripsi yang lemah darivendor. 

·         Salah konfigurasi 

Salah konfigurasi disebabkan tidak tepatnya konfigurasidatabase. Banyak dari pilihan konfigurasidatabase dapat diset sesuai keamanan yang dibutuhkan. Sebagian dari parameter diset tidak aman secaradefault.Biasanya bukan suatu masalah sampai dibutuhkan perubahan konfigurasi yang tidak diharapkan. Sebagai contoh pada oracle adalah parameter REMOTE_OS_A UTHE NT, secaradef ault diset “true” yang berarti kita mengijinkan user unauthenticated/ tidak berwenang dapat melakukan koneksi kepada database.

·         Penggunaan yang salah 

Penggunaan yang salah terjadi dari pemanfaatan kegunaan/ fungsi perintah dari program yang diberikan oleh pembuat/vendor, yang dipakai untuk menembus system. Sebagai contoh SQL INJECTION yang disalah gunakan.
 
PENGAMANAN DATABASE SERVER SISTEM INFORMASI KENDARAAN BEMOTOR DI UNIT KEPOLISIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB SERVICES
(STUDI KASUS SAMSAT KOTA PALEMBANG)

Seiring dengan tuntutan demokrasi tentang transparansi dan kemudahan serta kecepatan pelayanan publik kepada masyarakat, kantor SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap) Palembang sedang giatnya untuk mewujudkan tatakelola pelayanan pemerintahan yang baik, diantaranya sedang membangun sistem komputerisasi pelayanan yang saling berintegerasi antar instansi didalamnya.
Meskipun beberapa kantor SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap) sudah ada yang menggunakan fasilitas on-line yaitu pada proses pendaftaran kendaraan baru hal tersebut masih dirasa kurang dan terbatas karena dalam pembuatan aplikasinya masih harus dibatasi menggunakan program tertentu saja dan sebagian besar aplikasinya berdiri sendiri. Untuk aplikasi yang sudah ada, pembuatan antara aplikasi server dengan aplikasi client harus menggunakan bahasa pemrograman yang sama, hal ini dirasa kurang efektif karena di beberapa instansi yang ada di kantor SAMSAT yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Pendapatan Daerah, Jasaraharja dan BANK sudah mengembangkan aplikasi dengan bahasa pemerograman yang berbeda seperti INFORMIX .ASP.Net VB 6.0, VB.Net dan lain-lain.
Saat ini aplikasi yang ada di kantor SAMSAT Palembang yang sudah terintegrasi antar instansi adalah aplikasi yang dimiliki oleh Kepolisian dengan aplikasi yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA) Sumatera Selatan  dengan bentuk integrasi aplikasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor yang dimiliki DISPENDA dengan cara langsung mengakses Database Server yang dimiliki oleh Kepolisian. Cara akses langsung ini memiliki resiko keamanan data, karena pengembang aplikasi DISPENDA mengetahui userid dan password untuk login ke Database Server yang dimiliki kepolisian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dibutuhkan sebuah aplikasi layanan yang mampu menghubungkan aplikasi client baik berbasis Desktop maupun berbasis web yang dibangun oleh berbagai bahasa pemrograman dengan Database Server terutama Database Server yang dimiliki kepolisian.  Salah satu teknologi Saat  ini  telah  berkembang  sebuah  teknologi  yang  memungkinkan  bentuk akhir dari  sebuah program  atau  aplikasi komputer  adalah berupa  sebuah  service atau  fungsi yang melakukan sebuah  tugas atau proses yang spesifik dan dikenal dengan  istilah Web Services.  Konsep  ini sebenarnya bukanlah sebuah konsep yang baru, berbagai teknologi telah dikembangkan untuk mewujudkan kebutuhan akan koneksi  atau  hubungan  antar  aplikasi,  seperti  teknologi  DCOM  dan  CORBA. Namun  teknologi  tersebut dianggap masih memiliki  keterbatasan,  yaitu:  adanya kesulitan untuk dilakukan silang teknologi antara sistem operasi yang satu dengan sistem operasi yang lain, maupun antara satu bahasa pemrograman dengan bahasa pemrograman yang lain. XML Web Services adalah layanan yang dirasa mampu mengatasi permasalahan tersebut.  XML Web Service  itu sendiri merupakan jenis layanan yang menggunakan  XML  sebagai format dokumen dalam pertukaran  data dan menggunakan protokol http untuk komunikasi datanya. Dengan menggunakan XML  sebagai format dokumennya akan memungkinkan  Web Services  dalam berkomunikasi antar aplikasi dan platform yang berbeda. 
Dengan adanya  Web Services yang mampu memberi layanan pada bahasa pemerograman tanpa mengharuskan bahasa pemrograman tersebut membuat koneksi langsung ke Database Server akan mengurangi perasaan was-was para Database Administrator Kepolisian, akan ketakutan kehilangan data kendaraan bermotor. Tentunya resiko kehilangan data ini adalah resiko dari akses database, bukannya resiko yang disebabkan oleh hal yang bukan bersifat koneksi seperti kebakaran, membuka server langsung dan lain-lain Republik Indonesia, Dinas Pendapatan Daerah, Jasa Raharja dan Bank. Instansi-instansi itu semuanya membuat sistem sendiri-sendiri. Dimulai Dinas Pendapatan Daerah mengembangkan sistem penerimaan pajak menggunakan bahasa pemerograman dan database Informix Base. Kepolisian mengembangkan Sistem Informasi Kendaraan (SIKB) menggunakan bahasa pemerograman Visual Basic.Net dan database management system menggunakan Microsoft SQLServer 2005. Sedangkan Jasa Raharja menggunakan ASP.Net dan pengelola database menggunkan Oracle.
Dengan perbedaan ini terjadinya kesulitan menghubungkan (link) data antar instansi tersebut.  Saat ini di kantor pelayanan samsat Palembang yang sudah terhubung aplikasinya adalah aplikasi  yang dimiliki oleh kepolisian dengan aplikasi yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan Daerah dengan bentuk link aplikasi pajak yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan Daerah langsung mengakses database yang dimiliki oleh Kepolisian. Bentuk ini mempunyai kelemahan keamanan data yang disimpan di database server  karena pengembang dispenda mengetahui userid dan password untuk login ke database server, meskipun hak akses sudah dikunfigurasi.


Sumber :



Tips Mengurangi Lingkaran Hitam pada Area Mata

Hai ladies ,aku punya tips nih buat kalian yang bermasalah dengan area bawah mata yang terlihat hitam seperti mata panda :D

Sebenarnya ini masalah yang umum sekali bagian setiap wanita, banyak sekali penyebab dari dari lingkaran hitam yang timbul di area bawah mata, dari hal yang bersifat genetik, kebiasaan buruk tidur larut malam / begadang , memiliki penyakit anemia , kelelahan, porsi tidur yang kurang (hmm,, idelanya sih 6-8 jam), kebiasaan mengkonsumsi zat yang mengandung kafein seperti kopi dan teh secara rutin dan  dalam jangka panjang , dan masih banyak faktor lainnya .

Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mengurangi masalah "mata panda" tersebut, diantaranya adalah:

TIMUN

Jenis sayuran ini cukup mudah dijumpai di pasar maupun supermarket , sayuran ini memiliki kandungan yang dapat membuat efek segar pada area mata, caranya iris mentimun dengan irisan yang cukup tebal, lalu masukkan ke dalam kulkas sampai dingin dan letakkan irisan tersebut diatas mata yang tertutup, letakkan selama 15 menit , sesekali bisa digosok diarea bawah mata.

KENTANG 

Kentang selain merupakan pengganti nasi yang menggandung karbohidrat ternyata bisa digunakan untuk menghilangkan "mata panda" , caranya dengan mengupas kentang dari kulitnya lalu bersihkan dan parut setelah itu ambil sarinya. Ambil kapas dan celupkan pada sari kentang tersebut, setelah itu letakkan diatas mata dalam keadaan tertutup diamkan sampai kering. Bila dilakukan secara rutin dapat menghilangkan lingkarang hitam tersebut.

ES BATU

Yap, hasil pembekuan air ini dapat digunakan untuk mengurangi lebam yang terdapat disekitar area mata yang biasanya disebabkan karena begadang atau setelah menangis semalaman , hhe.. . Caranya dalah ambil es batu dan lapisi dengan kain setelah itu letakkan diatas mata dalam keadaan terpejam .

TEH

Zat yang terdapat pada teh dapat membantu mengurangi lingkar hitam yang terdapat pada area mata. Carannya ambil 2 kantung teh celup yang telah digunakan . Lalu masukkan kedalam lemari es setelah itu letakkan diatas mata yang terpejam kurang lebih dalam waktu 10-15 menit .

Nah itu lah ladies bahan alami yang dapat kita gunakan untuk mengurangi "mata panda". Mudah bukan untuk memperoleh bahan-bahannya ? . Cantik itu tidak harus mahal ko.:D

OH YA.. selain itu kita harus cukup mengkonsumsi 
*AIR PUTIH 
*SAYUR-SAYURAN serta BUAH-BUAHAN 
*cukup tidur
*hindari stress 
*dan selalu tersenyum :D

SEMOGA BERMANFAAT LADIES ..

Sabtu, 26 November 2011

Computer Vision

Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis.

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System).Perbedaannya adalah computer vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Namun komputer grafika lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.

Computer Vision adalah kombinasi antara :
*Pengolahan Citra (Image Processing), bidang ini berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.
*Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.

Proses dalam Computer Vision
Sebuah komputer yang menyerupai kemampuan manusia dalam menangkap sinyal visual (human sight) dilakukan dalam empat tahapan proses dasar :
* Proses penangkapan citra/gambar (image acquisition),
* Proses pengolahan citra (image processing),
* Analisadata citra (image analysis) dan
* Proses pemahamandata citra (image understanding).

Penjelasan untuk masing-masing proses yaitu, sebagai berikut :

1.    Image Acqusition

·        Image Acqusition pada manusia dimulai dengan mata, kemudian informasi visual diterjemahkan ke dalam suatu format yang kemudian dapat dimanipulasi oleh otak. Senada dengan proses di atas, computer vision membutuhkan sebuah mata untuk menangkap sebuah sinyal visual. Umumnya mata pada computer vision adalah sebuah kamera video. amera menerjemahkan sebuah scene atau image. Kemudian sinyal listrik ini diubah menjadi bilangan biner yang akan digunakan oleh komputer untuk pemrosesan.
·        Keluaran dari kamera adalah berupa sinyal analog, dimana frekuensi dan amplitudonya (frekuensi berhubungan dengan jumlah sinyal dalam satu detik, sedangkan amplitude berkaitan dengan tingginya sinyal listrik yang dihasilkan) merepresentasikan detail ketajaman (brightness) pada scene.
·         Kamera mengamati sebuah kejadian pada satu jalur dalam satu waktu, memindainya dan membaginya menjadi ratusangaris horizontal yang sama. Tiap‐tiap garis membuat sebuah sinyal analog yang amplitudonya menjelaskan perubahan brightness sepanjang garis sinyal tersebut.
·         Karena komputer tidak bekerja dengan sinyal analog, maka sebuah analog‐to‐digital converter (ADC), dibutuhkan untuk memproses semua sinyal tersebut oleh komputer. ADC ini akan mengubah sinyal analog yang direpresentasikan dalam bentuk informasi sinyal tunggal ke dalam sebuah aliran (stream) sejumlah bilangan biner. Bilangan biner ini kemudian disimpan di dalam memori dan akan menjadi data raw yang akan diproses.

2.    Image Processing

·         Image processing membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan di olah lebihjauh secara lebih efisien. Image processing akan meningkatkan perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio = s/n).
·         Sinyal‐sinyal tersebut adalah informasi yang akanmerepresentasikan objek yang ada dalam image. Sedangkan noise adalah segala bentuk interferensiyang terjadi pada sebuah objek.

3.    Image Analysis

·         Image analysis akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui suatu proses investigasi. Sebuah program komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan informasi visual untuk mengidentifikasi fitur‐fitur spesifik dan karekteristiknya.
·         Lebih khusus lagi program image analysis digunakanuntuk mencari tepi dan batas‐batasan objek dalamimage.
·         Sebuah tepian (edge) terbentuk antara objek dan latarbelakangnya atau antara dua objek yang spesifik.Tepi ini akan terdeteksi sebagai akibat dari perbedaan
level brightness pada sisi yang berbeda dengan salahsatu batasnya.

4.    Image Understanding

·         Pada bagian ini akan melibatkan kajian tentang teknikteknik artificial intelligent. Understanding berkaitan dengn template matching yang ada dalam sebuah scene.
·         Metoda ini menggunakan program pencarian (search program)dan teknik penyesuaian pola (pattern matching techniques).

Penerapan computer vision terdapat dalam beberapa bidang yaitu  :
1.      Bidang Pertahanan dan Keamanan (Militer).
2.      Bidang Didalam kendaraan Otonom.
3.      Bidang Industri.
4.      Bidang pengolahan citra medis.
5.      Bidang Neurobiologi.
6.      Bidang Industri Perfilman
7.      Bidang Kecerdasan Buatan.
8.      Bidang Pemrosesan Sinyal.
9.      Bidang Fisika.
10.     Bidang matematika murni.

Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
2. Optical Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic – navigation and control

sumber :


Rabu, 09 November 2011

Perbedaan Perancangan Terstruktur dan Perancangan Objek

Ada 2 metode dalam pengembangan sistem, yaitu :
1. Metode terstruktur 
2. Metode berorientasi objek

Dibawah ini akan dijelaskan tentang kedua metode tersebut.

Perancangan Terstruktur 

Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat
memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu,  tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat. Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal  untuk memecahkan masalah-masalah dalam  aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang  dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian  dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan  yang dapat dipergunakan untuk memecahkan  masalah. Selain itu perancangan terstruktur juga bertujuan untuk   membuat model solusi terhadap problem yang sudah dimodelkan secara lengkap pada tahap analisis terstruktur. 

Ada empat kegiatan perancangan yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Perancangan arsitektural: kita merancang struktur modul P/L dengam mengacu pada model analisis yang sesuai (DFD). Langkahnya adalah: mengidentifikasi jenis aliran (transform flow atau transaction flow), menemukan batas-batas aliran (incoming flow dan outgoing flow), kemudian memetakannya menjadi striktur hirarki modul. Selanjutnya, kita alokasikan fungsi-fungsi yang harus ada pada modul-modul yang tepat.
  2. Perancangan data: kita merancang struktur data yang dibutuhkan, serta merancang skema basisdata dengan mengacu pada model analisis yang sesuai (ERD).
  3. Perancangan antarmuka: kita merancang antarmuka P/L dengan pengguna, antarmuka dengan sistem lain, dan antarmuka antar-modul.
  4. Perancangan prosedural: kita merancang detil dari setiap fungsi pada modul. Notasi yang digunakan bisa berupa flow chart, algoritma, dan lain-lain

Ciri-ciri utama yang mendukung pendekatan terstruktur

* Memanfaatkan alat-alat pemodelan 
Menggunakan model untuk menjelaskan berbagai sistem, sub sistem untuk ditelaah dan dievaluasi oleh pelanggan dan pengembang (sebagai alat komunikasi, eksperimentasi atau prediksi).

„* Merancang berdasar modul
Modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independent

*Bekerja dengan pendekatan top-down 
Dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci)

*Dilakukan secara iterasi
Dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik 

*Kegiatan dilakukan secara paralel
Pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan sistem

„*Menggunakan CASE (Perangkat Lunak Pendukung Proses Pengembangan) 
Dengan CASE (computer aided software engineering)  memungkinkan analis dapat membangun sistem dan menghasilkan executable secara otomatis

Kelebihan

-Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
-SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
-Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
-SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
-SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
-SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
-SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.

Kekurangan

-SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
-Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
-Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
-Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
-Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
-Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
-SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
-SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).

Perancangan Objek

Pendekatan berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Pendekatan berorientasi objek adalah cara memandang persoalan dengan menggunakan model – model yang diorganisasikan seputar konsep objek yang mengkombinasikan struktur data dan perilaku suatu entitas. Pada pendekatan ini, organisasi perangkat lunak adalah sebagai kumpulan objek diskrit yang saling bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi menuju sasaran tertentu

Pendekatan Objek memiliki beberapa karakteristik atau sifat yaitu:

1. Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.

2. Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.

3. Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.

4. Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.

5. Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.

6. Komunikasi Antar Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya.

7. Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.

Kelebihan

-Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
-Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
-Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
-Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
-Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
-Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
-Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
-OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
-Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama.      
-Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.

Kekurangan

-Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
-Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
-Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
-Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
-Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional sistem, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
-OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
-Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).

Perbedaan dari kedua pendekatan sistem tersebut adalah :
  • Terstrukur ==> modul merupakan unit dari kode software yang menjalankan fungsi
  • Objek==>modul merupakan objek yang mengenkapsulasi atribut dan kode program untuk bisa berjalan

sumber :