Senin, 02 Januari 2012

KEAMANAN DATABASE PADA PERUSAHAAN

Studi Kasus : PENGAMANAN DATABASE SERVER SISTEM INFORMASI KENDARAAN BEMOTOR DI UNIT KEPOLISIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB SERVICES (SAMSAT KOTA PALEMBANG)


1.PENDAHULUAN

Dalam dunia komunikasi data global dan perkembangan teknologi informasi yang senantiasa berubah serta cepatnya perkembangan software, keamanan merupakan suatu isu yang sangat penting, baik itu keamanan fisik, keamanan data maupun keamanan aplikasi.
Perlu kita sadari bahwa untuk mencapai suatu keamanan itu adalah suatu hal yang sangat mustahil, seperti yang ada dalam dunia nyata sekarang ini. Tidak ada satu daerah pun yang betul-betul aman kondisinya, walau penjaga keamanan telah ditempatkan di daerah tersebut, begitu juga dengan keamanan database. Namun yang bisa kita lakukan adalah untuk mengurangi gangguan keamanan tersebut.
Sampai saat ini keamanan database sering menjadi pembicaraan, karena sering terjadinya pembobolan pada database. Melalui makalah ini kami akan mencoba membahas mengenai bagaimana suatu database dilindungi dan beberapa hal yang terkait dengan keamanan database.

Pengertian Database

Database didefinisikan sebagai suatu kumpulan data yang saling terhubung dan  terbagi(shared) yang bertujuan untuk memelihara informasi yang dibutuhkan oleh suatu  organisasi atau pun perusahaan.
Sedangkan system database (sistem basis data) dapat didefinisikan sebagai komputerisasi sistem penyimpanan data yang tujuannya untuk memelihara informasi serta agar informasi tersedia pada saat dibutuhkan.
 
Keuntungan system database

•Mengurangi redundancy.
Data yang sama pada beberapa aplikasi cukup disimpan sekali saja.

•Integrity.
Data tersimpan secara akurat.

•Menghindari inkonsisten.
Karena redundancy berkurang, maka update data jadi lebih efisien.

•Penggunaan data bersama.
Data yang sama dapat diakses oleh beberapa user pada saat bersamaan.

•Standarisasi.
Menyangkut keseragaman penyajian data.

•Menyeimbangkan kebutuhan.
Dapat ditentukan prioritas suatu operasi, misal antaraupdate dengan retrieval.

Data adalah sumber daya yang berharga sehingga harus dikontrol dan diatur, sebagaimana sumber daya perusahaan/organusasi yang lainnya. Sebagaian atau seluruh data perusahaan/organisasi biasanya mempunyai nilai strategi bagi perusahaan/organisasi tersebut, oleh karena itu data harus tetap aman dan rahasia.

Pengertian Keamanan Database

Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan.
Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki system database.
Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data.
Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system database.

2. PEMBAHASAN

Keamanan database database dapat di sebabkan oleh hal sebagai berikut : 
 
Tingkatan Pada Keamanan Database :

·         Fisikal à lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
·         Manusia à wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
·         Sistem Operasi à Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
·         Sistem Database à Pengaturan hak pemakai yang  baik. 

Secara garis besar keamanan database dikategorikan sbb: 

·         KeamananServer
·         Trusted IPAccess
·         Koneksi Database
·         Kontrol Akses Table

Penjelasan

  • Keamanan Server
Perlindungan Server adalah suatu proses pembatasan akses yang sebenarnya pada database dalam server itu sendiri. Menurut Blake Wiedman ini adalah suatu sisi keamanan yang sangat penting dan harus direncanakan secara hati-hati.
Ide dasarnya adalah kita tidak dapat mengakses apa yang kita tidak dapat lihat, atau apakah kita ingin database server kita dapat dilihat diseluruh dunia? Database kita bukanlah suatu web server,koneksi yang tidak dikenali tidak diijinkan.

·         Trusted Ip Access

Setiap server harus dapat mengkonfigurasikan alamat ip yang diperbolehkan mengakses dirinya. Kita tidak mengijinkan semua orang dapat mengakses server kita sebagaimana kita tidak mengijinkan orang lain memasuki rumah kita tanpa ijin. Jika server melayani suatu web server maka hanya alamat web server itu saja yang dapat mengakses server database tersebut.Jika server database melayani jaringan internal maka hanya alamat jaringanlah yang boleh menghubungi server.
Sangat perlu diperhatikan bahwa jangan pernah menggabungkan server database web dengan server database informasi internal perusahaan anda, ini adalah suatu mental yang buruk untuk seorang admin.

·         Koneksi Database

Saat ini semakin banyaknya aplikasi dinamis menjadi sangat menggoda untuk melakukan akses yang cepat bahkan update yang langsung tanpa authentifikasi. Jangan pernah berpikir demikian, ini hanya untuk seorang pemalas.Jika kita ingin mengijinkan pemakai dapat mengubah database melalui web page, pastikan anda memvalidasi semua masukan untuk memastikan bahwa inputan benar, terjamin dan aman.Sebagai contoh, pastikan anda menghilangkan semua code SQL agar tidak dapat dimasukan oleh user.Jika anda seorang admin yang membutuhkan koneksi ODBC,pastikan koneksi yang digunakan unik.

·          Kontrol Akses Tabel

Kontrol akses table ini adalah salah satu bentuk keamanan database yang sering diabaikan,karena cukup sulit penerapannya. Penggunaan control akses table yang benar dibutuhkan kolaborasi antara system administrator dengan pengembang database. Hal inilah yang sulit dilakukan. Pemberian ijin user untuk mengakses informasi dapat membuat informasi terbuka kepada public. Jika seorang user mengakses informasi apakah akan dilihat menggunakan session yang sama? Atau jika table digunakan sebagai referensi system mengapa ia diberikan ijin selain hak membaca saja.

Kelemahan keamanan database dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok: 

Vendor bugs/ kelemahan dari pembuat.
Poor architecture/ rancangan yang jelek.
Misconfigurations/ salah konfigurasi.
Incorrect usage/ Penggunaan yang tidak pada tempatnya.

Penjelasan 

·         Vendor bugs/ kelemahan dari pembuat 

Kelemahan dari pembuat diantaranya adalah buffer overflows dan kesalahan program yang lain yang dihasilkan dari eksekusi perintah olehusers. Downloading dan menginstal patches biasanya digunakan untuk memperbaiki kelemahan dari pembuat.Untuk meyakinkan bahwa kita tidak memiliki kelemahan karena masalah ini maka kita harus terus melihat perkembangan jika ada patches terbaru, secepatnya diinstal setelah diluncurkannya patche terbaru tersebut. 

·         Rancangan yang jelek 

Perancangan yang jelek ini disebabkan karena kurangnya perencanaan yang tepat terhadap bagaimana aplikasi bekerja. Kelemahan yang seperti ini ialah kelemahan yang paling sulit diperbaiki, karena untuk memperbaikinya dibutuhkan kerja ulang secara keseluruhan oleh pembuat. Sebagai contoh rancangan yang jelek adalah pemanfaatan bentuk enkripsi yang lemah darivendor. 

·         Salah konfigurasi 

Salah konfigurasi disebabkan tidak tepatnya konfigurasidatabase. Banyak dari pilihan konfigurasidatabase dapat diset sesuai keamanan yang dibutuhkan. Sebagian dari parameter diset tidak aman secaradefault.Biasanya bukan suatu masalah sampai dibutuhkan perubahan konfigurasi yang tidak diharapkan. Sebagai contoh pada oracle adalah parameter REMOTE_OS_A UTHE NT, secaradef ault diset “true” yang berarti kita mengijinkan user unauthenticated/ tidak berwenang dapat melakukan koneksi kepada database.

·         Penggunaan yang salah 

Penggunaan yang salah terjadi dari pemanfaatan kegunaan/ fungsi perintah dari program yang diberikan oleh pembuat/vendor, yang dipakai untuk menembus system. Sebagai contoh SQL INJECTION yang disalah gunakan.
 
PENGAMANAN DATABASE SERVER SISTEM INFORMASI KENDARAAN BEMOTOR DI UNIT KEPOLISIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB SERVICES
(STUDI KASUS SAMSAT KOTA PALEMBANG)

Seiring dengan tuntutan demokrasi tentang transparansi dan kemudahan serta kecepatan pelayanan publik kepada masyarakat, kantor SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap) Palembang sedang giatnya untuk mewujudkan tatakelola pelayanan pemerintahan yang baik, diantaranya sedang membangun sistem komputerisasi pelayanan yang saling berintegerasi antar instansi didalamnya.
Meskipun beberapa kantor SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap) sudah ada yang menggunakan fasilitas on-line yaitu pada proses pendaftaran kendaraan baru hal tersebut masih dirasa kurang dan terbatas karena dalam pembuatan aplikasinya masih harus dibatasi menggunakan program tertentu saja dan sebagian besar aplikasinya berdiri sendiri. Untuk aplikasi yang sudah ada, pembuatan antara aplikasi server dengan aplikasi client harus menggunakan bahasa pemrograman yang sama, hal ini dirasa kurang efektif karena di beberapa instansi yang ada di kantor SAMSAT yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Pendapatan Daerah, Jasaraharja dan BANK sudah mengembangkan aplikasi dengan bahasa pemerograman yang berbeda seperti INFORMIX .ASP.Net VB 6.0, VB.Net dan lain-lain.
Saat ini aplikasi yang ada di kantor SAMSAT Palembang yang sudah terintegrasi antar instansi adalah aplikasi yang dimiliki oleh Kepolisian dengan aplikasi yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA) Sumatera Selatan  dengan bentuk integrasi aplikasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor yang dimiliki DISPENDA dengan cara langsung mengakses Database Server yang dimiliki oleh Kepolisian. Cara akses langsung ini memiliki resiko keamanan data, karena pengembang aplikasi DISPENDA mengetahui userid dan password untuk login ke Database Server yang dimiliki kepolisian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dibutuhkan sebuah aplikasi layanan yang mampu menghubungkan aplikasi client baik berbasis Desktop maupun berbasis web yang dibangun oleh berbagai bahasa pemrograman dengan Database Server terutama Database Server yang dimiliki kepolisian.  Salah satu teknologi Saat  ini  telah  berkembang  sebuah  teknologi  yang  memungkinkan  bentuk akhir dari  sebuah program  atau  aplikasi komputer  adalah berupa  sebuah  service atau  fungsi yang melakukan sebuah  tugas atau proses yang spesifik dan dikenal dengan  istilah Web Services.  Konsep  ini sebenarnya bukanlah sebuah konsep yang baru, berbagai teknologi telah dikembangkan untuk mewujudkan kebutuhan akan koneksi  atau  hubungan  antar  aplikasi,  seperti  teknologi  DCOM  dan  CORBA. Namun  teknologi  tersebut dianggap masih memiliki  keterbatasan,  yaitu:  adanya kesulitan untuk dilakukan silang teknologi antara sistem operasi yang satu dengan sistem operasi yang lain, maupun antara satu bahasa pemrograman dengan bahasa pemrograman yang lain. XML Web Services adalah layanan yang dirasa mampu mengatasi permasalahan tersebut.  XML Web Service  itu sendiri merupakan jenis layanan yang menggunakan  XML  sebagai format dokumen dalam pertukaran  data dan menggunakan protokol http untuk komunikasi datanya. Dengan menggunakan XML  sebagai format dokumennya akan memungkinkan  Web Services  dalam berkomunikasi antar aplikasi dan platform yang berbeda. 
Dengan adanya  Web Services yang mampu memberi layanan pada bahasa pemerograman tanpa mengharuskan bahasa pemrograman tersebut membuat koneksi langsung ke Database Server akan mengurangi perasaan was-was para Database Administrator Kepolisian, akan ketakutan kehilangan data kendaraan bermotor. Tentunya resiko kehilangan data ini adalah resiko dari akses database, bukannya resiko yang disebabkan oleh hal yang bukan bersifat koneksi seperti kebakaran, membuka server langsung dan lain-lain Republik Indonesia, Dinas Pendapatan Daerah, Jasa Raharja dan Bank. Instansi-instansi itu semuanya membuat sistem sendiri-sendiri. Dimulai Dinas Pendapatan Daerah mengembangkan sistem penerimaan pajak menggunakan bahasa pemerograman dan database Informix Base. Kepolisian mengembangkan Sistem Informasi Kendaraan (SIKB) menggunakan bahasa pemerograman Visual Basic.Net dan database management system menggunakan Microsoft SQLServer 2005. Sedangkan Jasa Raharja menggunakan ASP.Net dan pengelola database menggunkan Oracle.
Dengan perbedaan ini terjadinya kesulitan menghubungkan (link) data antar instansi tersebut.  Saat ini di kantor pelayanan samsat Palembang yang sudah terhubung aplikasinya adalah aplikasi  yang dimiliki oleh kepolisian dengan aplikasi yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan Daerah dengan bentuk link aplikasi pajak yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan Daerah langsung mengakses database yang dimiliki oleh Kepolisian. Bentuk ini mempunyai kelemahan keamanan data yang disimpan di database server  karena pengembang dispenda mengetahui userid dan password untuk login ke database server, meskipun hak akses sudah dikunfigurasi.


Sumber :



Tips Mengurangi Lingkaran Hitam pada Area Mata

Hai ladies ,aku punya tips nih buat kalian yang bermasalah dengan area bawah mata yang terlihat hitam seperti mata panda :D

Sebenarnya ini masalah yang umum sekali bagian setiap wanita, banyak sekali penyebab dari dari lingkaran hitam yang timbul di area bawah mata, dari hal yang bersifat genetik, kebiasaan buruk tidur larut malam / begadang , memiliki penyakit anemia , kelelahan, porsi tidur yang kurang (hmm,, idelanya sih 6-8 jam), kebiasaan mengkonsumsi zat yang mengandung kafein seperti kopi dan teh secara rutin dan  dalam jangka panjang , dan masih banyak faktor lainnya .

Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mengurangi masalah "mata panda" tersebut, diantaranya adalah:

TIMUN

Jenis sayuran ini cukup mudah dijumpai di pasar maupun supermarket , sayuran ini memiliki kandungan yang dapat membuat efek segar pada area mata, caranya iris mentimun dengan irisan yang cukup tebal, lalu masukkan ke dalam kulkas sampai dingin dan letakkan irisan tersebut diatas mata yang tertutup, letakkan selama 15 menit , sesekali bisa digosok diarea bawah mata.

KENTANG 

Kentang selain merupakan pengganti nasi yang menggandung karbohidrat ternyata bisa digunakan untuk menghilangkan "mata panda" , caranya dengan mengupas kentang dari kulitnya lalu bersihkan dan parut setelah itu ambil sarinya. Ambil kapas dan celupkan pada sari kentang tersebut, setelah itu letakkan diatas mata dalam keadaan tertutup diamkan sampai kering. Bila dilakukan secara rutin dapat menghilangkan lingkarang hitam tersebut.

ES BATU

Yap, hasil pembekuan air ini dapat digunakan untuk mengurangi lebam yang terdapat disekitar area mata yang biasanya disebabkan karena begadang atau setelah menangis semalaman , hhe.. . Caranya dalah ambil es batu dan lapisi dengan kain setelah itu letakkan diatas mata dalam keadaan terpejam .

TEH

Zat yang terdapat pada teh dapat membantu mengurangi lingkar hitam yang terdapat pada area mata. Carannya ambil 2 kantung teh celup yang telah digunakan . Lalu masukkan kedalam lemari es setelah itu letakkan diatas mata yang terpejam kurang lebih dalam waktu 10-15 menit .

Nah itu lah ladies bahan alami yang dapat kita gunakan untuk mengurangi "mata panda". Mudah bukan untuk memperoleh bahan-bahannya ? . Cantik itu tidak harus mahal ko.:D

OH YA.. selain itu kita harus cukup mengkonsumsi 
*AIR PUTIH 
*SAYUR-SAYURAN serta BUAH-BUAHAN 
*cukup tidur
*hindari stress 
*dan selalu tersenyum :D

SEMOGA BERMANFAAT LADIES ..

Sabtu, 26 November 2011

Computer Vision

Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis.

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System).Perbedaannya adalah computer vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Namun komputer grafika lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.

Computer Vision adalah kombinasi antara :
*Pengolahan Citra (Image Processing), bidang ini berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.
*Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.

Proses dalam Computer Vision
Sebuah komputer yang menyerupai kemampuan manusia dalam menangkap sinyal visual (human sight) dilakukan dalam empat tahapan proses dasar :
* Proses penangkapan citra/gambar (image acquisition),
* Proses pengolahan citra (image processing),
* Analisadata citra (image analysis) dan
* Proses pemahamandata citra (image understanding).

Penjelasan untuk masing-masing proses yaitu, sebagai berikut :

1.    Image Acqusition

·        Image Acqusition pada manusia dimulai dengan mata, kemudian informasi visual diterjemahkan ke dalam suatu format yang kemudian dapat dimanipulasi oleh otak. Senada dengan proses di atas, computer vision membutuhkan sebuah mata untuk menangkap sebuah sinyal visual. Umumnya mata pada computer vision adalah sebuah kamera video. amera menerjemahkan sebuah scene atau image. Kemudian sinyal listrik ini diubah menjadi bilangan biner yang akan digunakan oleh komputer untuk pemrosesan.
·        Keluaran dari kamera adalah berupa sinyal analog, dimana frekuensi dan amplitudonya (frekuensi berhubungan dengan jumlah sinyal dalam satu detik, sedangkan amplitude berkaitan dengan tingginya sinyal listrik yang dihasilkan) merepresentasikan detail ketajaman (brightness) pada scene.
·         Kamera mengamati sebuah kejadian pada satu jalur dalam satu waktu, memindainya dan membaginya menjadi ratusangaris horizontal yang sama. Tiap‐tiap garis membuat sebuah sinyal analog yang amplitudonya menjelaskan perubahan brightness sepanjang garis sinyal tersebut.
·         Karena komputer tidak bekerja dengan sinyal analog, maka sebuah analog‐to‐digital converter (ADC), dibutuhkan untuk memproses semua sinyal tersebut oleh komputer. ADC ini akan mengubah sinyal analog yang direpresentasikan dalam bentuk informasi sinyal tunggal ke dalam sebuah aliran (stream) sejumlah bilangan biner. Bilangan biner ini kemudian disimpan di dalam memori dan akan menjadi data raw yang akan diproses.

2.    Image Processing

·         Image processing membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan di olah lebihjauh secara lebih efisien. Image processing akan meningkatkan perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio = s/n).
·         Sinyal‐sinyal tersebut adalah informasi yang akanmerepresentasikan objek yang ada dalam image. Sedangkan noise adalah segala bentuk interferensiyang terjadi pada sebuah objek.

3.    Image Analysis

·         Image analysis akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui suatu proses investigasi. Sebuah program komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan informasi visual untuk mengidentifikasi fitur‐fitur spesifik dan karekteristiknya.
·         Lebih khusus lagi program image analysis digunakanuntuk mencari tepi dan batas‐batasan objek dalamimage.
·         Sebuah tepian (edge) terbentuk antara objek dan latarbelakangnya atau antara dua objek yang spesifik.Tepi ini akan terdeteksi sebagai akibat dari perbedaan
level brightness pada sisi yang berbeda dengan salahsatu batasnya.

4.    Image Understanding

·         Pada bagian ini akan melibatkan kajian tentang teknikteknik artificial intelligent. Understanding berkaitan dengn template matching yang ada dalam sebuah scene.
·         Metoda ini menggunakan program pencarian (search program)dan teknik penyesuaian pola (pattern matching techniques).

Penerapan computer vision terdapat dalam beberapa bidang yaitu  :
1.      Bidang Pertahanan dan Keamanan (Militer).
2.      Bidang Didalam kendaraan Otonom.
3.      Bidang Industri.
4.      Bidang pengolahan citra medis.
5.      Bidang Neurobiologi.
6.      Bidang Industri Perfilman
7.      Bidang Kecerdasan Buatan.
8.      Bidang Pemrosesan Sinyal.
9.      Bidang Fisika.
10.     Bidang matematika murni.

Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
2. Optical Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic – navigation and control

sumber :


Rabu, 09 November 2011

Perbedaan Perancangan Terstruktur dan Perancangan Objek

Ada 2 metode dalam pengembangan sistem, yaitu :
1. Metode terstruktur 
2. Metode berorientasi objek

Dibawah ini akan dijelaskan tentang kedua metode tersebut.

Perancangan Terstruktur 

Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat
memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu,  tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat. Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal  untuk memecahkan masalah-masalah dalam  aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang  dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian  dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan  yang dapat dipergunakan untuk memecahkan  masalah. Selain itu perancangan terstruktur juga bertujuan untuk   membuat model solusi terhadap problem yang sudah dimodelkan secara lengkap pada tahap analisis terstruktur. 

Ada empat kegiatan perancangan yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Perancangan arsitektural: kita merancang struktur modul P/L dengam mengacu pada model analisis yang sesuai (DFD). Langkahnya adalah: mengidentifikasi jenis aliran (transform flow atau transaction flow), menemukan batas-batas aliran (incoming flow dan outgoing flow), kemudian memetakannya menjadi striktur hirarki modul. Selanjutnya, kita alokasikan fungsi-fungsi yang harus ada pada modul-modul yang tepat.
  2. Perancangan data: kita merancang struktur data yang dibutuhkan, serta merancang skema basisdata dengan mengacu pada model analisis yang sesuai (ERD).
  3. Perancangan antarmuka: kita merancang antarmuka P/L dengan pengguna, antarmuka dengan sistem lain, dan antarmuka antar-modul.
  4. Perancangan prosedural: kita merancang detil dari setiap fungsi pada modul. Notasi yang digunakan bisa berupa flow chart, algoritma, dan lain-lain

Ciri-ciri utama yang mendukung pendekatan terstruktur

* Memanfaatkan alat-alat pemodelan 
Menggunakan model untuk menjelaskan berbagai sistem, sub sistem untuk ditelaah dan dievaluasi oleh pelanggan dan pengembang (sebagai alat komunikasi, eksperimentasi atau prediksi).

„* Merancang berdasar modul
Modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independent

*Bekerja dengan pendekatan top-down 
Dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci)

*Dilakukan secara iterasi
Dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik 

*Kegiatan dilakukan secara paralel
Pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan sistem

„*Menggunakan CASE (Perangkat Lunak Pendukung Proses Pengembangan) 
Dengan CASE (computer aided software engineering)  memungkinkan analis dapat membangun sistem dan menghasilkan executable secara otomatis

Kelebihan

-Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
-SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
-Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
-SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
-SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
-SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
-SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.

Kekurangan

-SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
-Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
-Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
-Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
-Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
-Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
-SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
-SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).

Perancangan Objek

Pendekatan berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Pendekatan berorientasi objek adalah cara memandang persoalan dengan menggunakan model – model yang diorganisasikan seputar konsep objek yang mengkombinasikan struktur data dan perilaku suatu entitas. Pada pendekatan ini, organisasi perangkat lunak adalah sebagai kumpulan objek diskrit yang saling bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi menuju sasaran tertentu

Pendekatan Objek memiliki beberapa karakteristik atau sifat yaitu:

1. Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.

2. Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.

3. Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.

4. Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.

5. Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.

6. Komunikasi Antar Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya.

7. Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.

Kelebihan

-Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
-Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
-Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
-Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
-Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
-Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
-Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
-OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
-Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama.      
-Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.

Kekurangan

-Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
-Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
-Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
-Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
-Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional sistem, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
-OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
-Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).

Perbedaan dari kedua pendekatan sistem tersebut adalah :
  • Terstrukur ==> modul merupakan unit dari kode software yang menjalankan fungsi
  • Objek==>modul merupakan objek yang mengenkapsulasi atribut dan kode program untuk bisa berjalan

sumber : 


Senin, 31 Oktober 2011

Teknologi Wireless LAN (WLAN)

Wireless dalam bahasa Indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data atau suara tanpa menggunakan media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.Sedangkan sejarah wireless itu sendiri pertama kali muncul pada akhir tahun 1970-an. 

Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak applikasi. Setelah evaluasi terhadap teknologi tersebut dilakukan, menjadikan para pengguna merasa puas dan meyakini realiability teknologi ini dan siap untuk digunakan dalam skala luas dan komplek pada jaringan tanpa kabel.

Wireless LAN (WLAN) adalah teknologi LAN yang menggunakan frekuensi dan transmisi radio sebagai media penghantarnya, pada area tertentu, menggantikan fungsi kabel. Pada umumnya WLAN digunakan sebagai titik distribusi di tingkat pengguna akhir, melalui sebuah atau beberapa perangkat yang disebut dengan Access Point (AP), berfungsi mirip hub dalam terminologi jaringan kabel ethernet. Di tingkat backbone, sejumlah AP tersebut tetap dihubungkan dengan media kabel. WLAN dimaksudkan sebagai solusi alternatif media untuk menjangkau pengguna yang tidak terlayani oleh jaringan kabel, serta untuk mendukung pengguna yang sifatnya bergerak atau berpindah-pindah (mobilitas).

Frekuensi yang kini umum dipergunakan untuk aplikasi WLAN adalah 2.4 Ghz dan 5.8 Ghz yang secara internasional dimasukkan ke dalam wilayah licensce exempt (bebas lisensi) dan dipergunakan bersama oleh publik (frequency sharing). Belakangan oleh forum WSIS yang disponsori oleh PBB dan badan dunia seperti ITU, serta industri teknologi, frekuensi ini direkomendasikan sebagai tulang punggung penetrasi Internet di negara berkembang terutama untuk area yang belum terlayani oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Teknologi yang digunakan untuk WLAN mayoritas menggunakan standar IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar ini adalah pada modulasi transmisinya yang menentukan kapasitas layanan yang dihasilkan. Pada standar 802.11b, kapasitas maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps keduanya bekerja di frekuensi 2.4 Ghz. Sementara standar 802.11a bekerja pada frekuensi 5.8 Ghz. Karena lebar pita frekuensi yang lebih luas dan modulasi yang lebih baik, maka perangkat yang berbasis standar ini mampu melewatkan data hingga kapasitas 54 dan 108 Mbps dan menampung jumlah pengguna lebih banyak.

KELEBIHAN Wireless LAN

Wireless local area network (LAN) adalah sistem komunikasi data yang fleksibel yang dapat diimplementasikan sebagai perpanjangan atau pun sebagai alternatif pengganti untuk jaringan kabel LAN. Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless LAN mengirim dan menerima data melalui media udara, dengan meminimalisasi kebutuhan akan sambungan kabel. Dengan begitu, wireless LAN telah dapat mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user.

Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up atau menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional. 

  1. Mobility: Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel
  2. Installation Speed and Simplicity: Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.
  3. Installation Flexibility: Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
  4. Reduced Cost-of-Ownership: Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
  5. Scalability: Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.
Cara Kerja Wireless LAN

Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik. Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.

Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengextract data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak beberapa puluh meter. Access point biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held komputer.

Mode Jaringan Wireless LAN

Jaringan WLAN dapat bekerja dalam dua mode yaitu:


Mode Ad-Hoc

Mode ad-hoc sering disebut sebagai jaringan peer to peer atau disebut juga jaringan point to point. Mode ad-hoc memungkinkan hubungan antar komputer pada jaringan WLAN tanpa melalui suatu access point. Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana jaringan point to point hanya berlangsung antara dua komputer, jaringan point to point pada jaringan WLAN dapat dilakukan oleh tiga komputer secara bersama. Semua komputer dapat berhubungan secara langsung dan menggunakan sumber daya yang ada secara bersama.
Pada jaringan point to point, masing-masing komputer cukup dipasang kartu WLAN dan tidak diperlukan peralatan lain. Pada jaringan ini, hanya dimungkinkan terjadinya hubungan antar komputer dalam kelompokjaringan tersebut dan tidak dapat untuk mengakses jaringan lain kecuali salah satu komputer difungsikan sebagai bridge. Jikajumlah komputer sudah mencapai tiga dan ada komputer lain yang ingin masuk pada jaringan ini, maka biasanya tidak akan berhasil sampai salah satu dari komputer yang ada memutuskan hubungan dengan jaringan. Intinya, pada jaringan point to point WLAN hanya diijinkan untuk hubungan antar tiga komputer.

Mode Infrastuktur

Jaringan WLAN yang bekerja pada mode ad-hoc hanya dibatasi untuk hubungan antar tiga komputer. Untuk menghubungkan banyak komputer, jaringan WLAN harus dijalankan menggunakan mode infrastruktur. Untuk menyusun jaringan WLAN yang bekerja pada mode infrastruktur diperlukan peralatan tambahan berupa wireless access point (WAP) atau disebut secara singkat dengan access point. Access point berlaku seperti hub atau switch pada jaringan kabel, sehingga access point akan menjadi pusat dari jaringan WLAN.
Access point pada jaringan WLAN dapat berupa dedicated access point dan PC access point. Yang dimaksud dedicated access point adalah access point yang dibuat oleh pabrik, sedangkan PC access point adalah komputer yang difungsikan sebagai access point setelah dilengkapi dengan perangkat lunak tertentu. Dedicated access point biasanya sudah dilengkapi dengan banyak fasilitas dan kemampuan untuk melakukan konfigurasi jaringan WLAN yang terhubung pada access point tersebut. Umumnya jaringan WLAN yang disusun sekarang menggunakan dedicated access point karena peralatan ini harganya tidak terlalu mahal.

Channel pada WIFI

1. Non Overlaping Channel Site


2. Channel overlaping di Infrastruktur WiFi 802.11b (2,4 GHz)


Aplikasi Indoor

Aplikasi utama WLAN disebut dengan HotSpot, yaitu sebuah jaringan yang bisa melayani kebutuhan pengguna bergerak. Pengguna dengan perangkat mobile gadget seperti PDA, notebook bisa mengakses Internet di lokasi tertentu yang tersedia jaringan HotSpot WLAN. Semakin meluasnya perkembangan HotSpot telah mendorong terbentuknya bisnis model baru yang memungkinkan setiap provider melakukan kerjasama roaming bahkan hingga ke jaringan internasional, sebagaimana yang terjadi pada bisnis selular dengan memanfaatkan layanan otentikasi pelanggan dan clearing house semacam iPass.

Pengguna bisa mendaftar sebagai pelanggan tetap pada provider HotSpot, sehingga bisa mengakses dari lokasi manapun yang tersedia. Pilihan lain, menjadi pelanggan on demand, biasanya secara pre paid dengan membeli voucher akses Internet via HotSpot pada suatu lokasi dari provider tertentu untuk durasi waktu tertentu. Pelanggan on demand biasanya lebih bebas untuk memilih provider mana yang akan digunakan, karena suatu lokasi bisa saja tersedia beberapa HotSpot dari sejumlah provider yang berbeda.

Aplikasi lain adalah HotSpot di dalam jaringan internal perusahaan. Apabila pengguna di lingkungan perusahaan banyak yang menggunakan perangkat gadget mobile, maka diperlukan HotSpot pada beberapa lokasi strategis untuk melayani kebutuhan tersebut. Kebanyakan perangkat mobile saat ini sudah WiFi compliance, seperti misalnya notebook berbasis procesor Intel Centrino yang sudah built in dengan kemampuan WiFi. Apabila pengguna jenis ini masih tetap menggunakan kabel, maka mobilitasnya akan terhambat.

Aplikasi Outdoor

Di banyak negara berkembang (termasuk Indonesia) yang sangat terbatas ketersediaan infrastruktur telekomunikasinya, teknologi WLAN dengan kreatifitas tertentu banyak dijadikan sebagai alternatif akses last mile. Perangkat WiFi pada umumnya memiliki konektor yang bisa disambungkan dengan antena eksternal yang memiliki gain lebih tinggi. Dengan kombinasi ini, sebuah jaringan WLAN yang semula hanya bisa menjangkau area sampai radius 100 – 200 meter, kini bisa diperluas menjadi 3 – 5 km.

Aplikasi outdoor ini meskipun menimbulkan konsekuensi biaya tambahan seperti untuk pembelian antena eksternal, jasa instalasi dan tiang atau tower penyangga namun secara umum masih sangat terjangkau oleh pelanggan pada umumnya. Untuk aplikasi pada area yang dekat (1 – 2 km) cukup banyak eksperimen serta produk asesoris lokal (seperti antenna) ditawarkan sehingga biaya bisa lebih di tekan sehingga makin menjangkau segmen pengguna yang lebih luas.

Berbagai kemudahan dan struktur biaya yang makin rendah, mampu mendorong tumbuhnya bisnis layanan jasa baru yang disebut dengan Wireless ISP (WISP), serta RT/RW Net. WISP menyelenggarakan layanannya dengan berbasis pada teknologi WLAN, baik itu di sisi backbone maupun distribusi last mile kepada pelanggannya. Pada umumnya diselenggarakan oleh pengusaha lokal dengan skala usaha menengah dengan kualitas layanan menengah. Pelanggan utama WISP biasanya adalah Warung Internet (WARNET) yang memang telah dikenal sebagai ujung tombak penetrasi Internet karena biaya yang relatif rendah.

Sementara RT/RW Net umumnya dikembangkan berdasarkan inisiatif komunitas di suatu lokasi pemukiman dan bersifat swadaya serta non komersial. Prinsipnya adalah berbagi pakai akses Internet secara massal untuk mereduksi biaya. Untuk last mile distribution, RT/RW Net juga mengandalkan teknologi WLAN dengan kombinasi produk eksperimentasi homebrew seperti antena dari kaleng susu dan modifikasi perangkat WiFi dengan port USB yang tergolong low end product.

Teknologi dan desain outdoor yang sama di Indonesia juga banyak dipergunakan untuk aplikasi jaringan internal perusahaan. Misalnya sebagai backbone antar gedung dalam satu area atau distribusi jaringan antar kantor cabang dalam satu kota maupun digunakan sebagai infrastruktur jaringan backup bagi aplikasi yang mission critical.

Dari segi aplikasi private, pengguna WLAN yang cukup menonjol dalam hal jumlah adalah komunitas pendidikan dan Pemerintah Daerah (Pemda). Pemanfaatan teknologi WLAN diyakini mampu mereduksi biaya rutin jaringan lokal close user group yang selama ini dilayani oleh operator telekomunikasi dengan beban charging berdasarkan durasi waktu atau flat bulanan hanya untuk sewa trunk atau pipa (media) akses saja. Dengan WLAN yang bebas lisensi dan biaya abonemen, dana operasional bisa dialihkan untuk meningkatkan kualitas content aplikasi E-Learning maupun E-Goverment.

              http://id.wikipedia.org/wiki/Nirkabel





Senin, 17 Oktober 2011

Layanan-Layanan di Dalam Telematika

Pengertian

Telematika diambil dari bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan dengan :
“Bertemunya jaringan komunikasi dengan telnologi informasi” dari TELEMMATIQUE tersebut kemudian menjadi TELEMATICS dalam bahasa Inggris yang merupakan singkatan dari : “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” dimana hal ini adalah perpaduan dari konsep : Computing and Communication.

Telematika menurut Moedjiono (Deputi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) ) “Telematika” adalah istilah bahasa Indonesia yang kita (stakeholders) create sendiri yaitu merupakan konvergensi dari Tele=”Telekomunikasi”, ma=”Multimedia” dan tika=”Informatika”, atau konvergensi dari “3C”, “content”, “Computing”, and “Communication”.
 
Sementara itu Telematika pada Mata Kuliah Hukum Telematika Universitas Indonesia tertulis sebagai berikut :
 
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Sementara itu definisi asli dari TELEMATIC (WIKIPEDIA) :

“The integrated use of telecommunications and informatics, also known as ICT (Information and Communications Technology). More specifically it is the science of sending, receiving and storing information via telecommunication devices. “

Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Layanan Telematika 

A. Layanan Telematika dibidang Informasi

Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat . Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa,bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau ditempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik,memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

B. Layanan Telamtika dibidang Keamanan

Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
Layanan telematika juga dimanfaatkan pada sector-sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Dengan membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas.

C. Layanan Telematika Context – Aware
 
Context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan daripengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yangsesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakanantara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dankemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akanmenolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting

D. Layanan Telematika dibidang Transportasi

Telematika transportasi adalah cabang teknologi yang mengintegrasikan telekomunikasi dan software engineering di bidang sistem transportasi. Saat ini bidang ini telah memainkan peran penting dalam manajemen efektif jaringan infrastruktur transportasi dan menyediakan kolaborasi optimum antara berbagai jenis tipe transportasi, atau yang dikenal dengan transportasi multimodal (multimodal transport). Sistem transportasi cerdas, mendukung dan menyediakan berbagai jenis layanan transportasi ke institusi dan pribadi. Karena, kategori user di dalam layanan telematika transportasi adalah tidak homogen, maka berbagai jenis layanan harus disiapkan penyelenggara jasa.

Sumber :
 

I ♥ YOGYAKARTA

Pagi ini seharusnya saya ada kegiatan di kampus yaitu menjadi tutor untuk kursus J2ME, udah belajar semaleman suntuk ,materi sudah siap apa boleh dikata sejak tengah malam sampe pagi ini pun saya tidak bisa tidur karena sakit , so.. batal deh tutornya.

Nggak tega sih sama si sohib.. karena dia harus gantiin tugas saya , tapi dari pada mati di kreta gara-gara berdesak desakan (lebay dikit ahh)  dengan kondisi sangat tidak fit saya memilih untuk tetap dirumah dan mengerjakan tugas saja.

Hmm... tidak tahu kenapa alasannya pagi ini saya sangat ingin nge-Blog dengan judul I ♥ YOGYAKARTA, efek insomnia kali ya? hehehe..

Kalau saya bilang ini kepada teman-teman saya pasti pikiran mereka langsung tertuju pada satu orang..hahaha.
Sudah sejak lama saya suka sekali dengan kota YOGYAKARTA
bahkan sebelum saya dekat dengan salah satu penghuni disana. Kalau dihitung hitung baru dua kali saya mengginjakkan kaki disana. Pertama ketika saya selesai SMA tp belum mulai kuliah dan yang ke dua ketika saya liburan dalam suasana lebaran bulan September 2011 . 
Kesan pertama ketika saya menginjakkan kaki disana adalah perasaan damai, entah apa alasannya tetapi itu yang saya rasakan. Padahal ketika itu saya benar benar buta tentang JOGJA yang saya tahu hanya malioboro itu pun hanya lihat di televisi saja.  Ketika itu saya dan teman-teman hanya mengandalkan peta untuk menuju malioboro dan mendapatkan penginapan murah dengan tempat yang nyaman. Alhamdulilah berkat keramahan dan kejujuran penduduk kota tersebut kami pun sampai di tempat tujuan dengan selamat. Kami mendapatkan penginapan dengan harga hanya 60.000 rupiah untuk semalam dengan ruang yang lumayan besar dan kasur yang besar pula. Kami menempati kamar itu ber-4 selain hemat dengan cara seperti itu kami jadi semakin akrab. Kami tidak ingin membuang waktu untuk bersantai santai di dalam hotel. Setelah mandi dan rapi kami pun keluar gang dan menulusuri pasar malioboro. Dengan keadaan isi dompet yang sangat menipis karena sebelumnya saya dari semarang dan tidak planning untuk ikut dengan teman-teman meneruskan perjalanan ke YOGYA saya pun menahan diri untuk sedikit berbelanja saja disana, tetapi tidak disangka disana saya bisa mendapatkan banyak barang oleh-oleh dengan harga murah + bakpia pathuk enak. Selanjutnya pada malam hari kami menyewa delman untuk keliling dengan beberapa rute, yang saya ingat itu pohon beringin kembar dan koperasi dagadu original. Dimalam hari suasana kota pun tetap terasa hangat dan ramai jadi tidak membuat kami takut berkeliaran malam-malam seperti itu hehehe. 

Perjalanan kedua ketika aku libur dalam suasana lebaran tahun 2011 ini. Harga penginapan dan transportasi mulai dari becak sampe delman naik semua harganya, mungkin karena haris besar. Malioboro pun penuh sesak dengan manusia kalau diibaratkan itu seperti lautan manusia.Tapi itu semua tidak melunturkan kecintaan ku pada kota YOGYA. Ketika malam pertama pada saat itu aku menggunakan becak dari penginapan menuju malioboro ada serombongan pengguna sepeda ontel dengan berseragam ala pahlawan perjuangan menyapa ku dan adikku yang sedang duduk di atas becak mereka mengucapkan "ASSALAMUALAIKUM" kami pun menjawab "WAALAIKUMSALAM WAROHMATULLAHIWABAROKATU" dengan semangatnya mereka memberikan salam lagi "MERDEKA!!" kepada kami dan adikkupun tidak mau kalah semangat lalu menjawab "MERDEKA INDONESIA !!" . Setibanya di alun alun kota kami berjalan kaki menuju malioboro , tidak lama kemudian kami bertemu lagi dengan rombongan tadi dan kamipin berfoto dengan salah satu personilnya. 

 
Setelah itu kami menulusuri bagian kiri maliboro , sisi kirinya dipenuhi dengan penjual makanan dari makan ringan sampai makanan lesehan khas YOGYA. Kami berhenti disalah satu tempat makan tersebut dan memesan makanan. Hm.. menu yang disediakan itu seingat saya makanan-makanan JAWA seperti GUDEG,KRECEK,TEMPE TAHU BACEM dan teman-temannya. Makanan yang enak dan murah yang saya temukan itu menambah kecintaan saya terhadap kota itu. 

sebelum makan ;)


Perjalanan perburuan barang di Mailioboropun berlanjut setelah kami selesai menyantap makan malam. 

Setelah saya baca sendiri cerita panjang yang alurnya aneh ini I know why I ♥ YOGYAKARTA
because:
  1. Kedamaian suasana kota yang diciptakan
  2. Keramahan penduduk
  3. Tata kota yang nyaman dipandang oleh mata
  4. Tempat wisata penuh sejarah dan indah 
  5. Segudang makanan enak dan murah yang disediakan di kota ini dan,
  6. MALIOBORO :)


Berharap suatu hari nanti bisa kembali berkunjung ke kota YOGYAKARTA dengan pengalaman yang lebih seru lagi.